Delegasi negara Arab dukung resolusi Palestina di PBB

Hak atas foto Reuters
Image caption Warga Palestina memprotes pembangunan pemukiman di kawasan yang dipersengketakan.

Delegasi negara Arab untuk PBB menyetujui proposal Palestina agar mendesak perjanjian damai dengan Israel dalam waktu setahun dan mengakhiri pendudukan Israel di wilayah Palestina pada akhir 2017.

Sejumlah diplomat Barat mengaku terkejut dengan penyerahan rancangan resolusi itu secara tiba-tiba kepada Dewan Keamanan PBB, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Menurut rencana, PBB akan melakukan pemungutan suara pada Selasa (30/12) atau Rabu (31/12) malam waktu setempat.

Duta Besar Yordania untuk PBB, Dina Kawar mengatakan semua delegasi Arab -yang berjumlah 22 negara- mendukung usulan Palestina.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan rancangan resolusi Palestina tersebut tidak konstruktif dan tidak memenuhi kebutuhan keamanan Israel.

Karena itu, menurutnya, AS kemungkinan akan memberikan suara menentang resolusi itu.

Inggris tidak mendukung

Senada dengan AS, Duta besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall mengatakan negaranya tidak mendukung usulan tersebut utamanya pada persoalan waktu, seperti dilaporkan kantor berita AP.

Hak atas foto AFP
Image caption Delegasi negara Arab di PBB mendukung proposal Palestina untuk mendesak perjanjian damai dengan Israel.

Untuk mengadopsi resolusi tersebut, minimal dibutuhkan sembilan suara di Dewan Keamanan yang kemudian akan memaksa AS memutuskan untuk memveto atau tidak.

Sementara, Israel mengatakan pemungutan suara Dewan Keamanan akan makin mempertajam konflik di kawasan.

Pembicaraan perdamaian Israel dan Palestina yang diprakarsai AS mengalami jalan buntu pada April lalu.

Berita terkait