Terdakwa 'homoseksual' di Mesir dinyatakan bebas

Terdakwa di Mesir Hak atas foto EPA
Image caption Para terdakwa memperlihatkan kegembiraan setelah dinyatakan bebas.

Pengadilan Mesir membebaskan 26 pria yang ditangkap dalam sebuah penggrebekan di rumah mandi umum di Kairo yang didakwa dengan 'kebejatan moral'.

Para pria itu ditangkap sekitar sebulan setelah delapan pria lebih dulu ditangkap karena muncul dalam sebuah video yang diduga memperlihatkan perkawinan kaum homoseksual.

Dalam operasi di rumah mandi umum atau hammam pada Minggu 7 Desember, pihak berwenang menangkap 26 pria tersebut karena dianggap homoseksual.

Seorang pria yang didakwa yang memekik Allahu Akbar di ruang pengadilan di ibukota Kairo setelah mendengar vonis yang membebaskannya, Senin 12 Januari.

"Akhirnya, pengadilan Mesir mengambil vonis dari atas kasus seperti ini, sesuai dengan undang-undang," seperti dilaporkan oleh Ahmed Hossam, pengacara dari 14 tersangka.

Dalam dakwaan resminya, para terdakwa antara lain disebut melakukan 'kebejatan moral' dan 'perbuatan umum yang tidak senonoh'.

Hak atas foto Reuters
Image caption Rumah mandi umum atau hammam banyak terdapat di ibukota Kairo.

Kelompok pegiat hak asasi mengecam perlakuan Mesir atas kaum gay, khususnya penggunaan tes anal untuk menentukan apakah seorang pria homoseksual atau tidak.

Walau tidak ada larangan hukum atas homoseksual di Mesir, namun hal tersebut tetap merupakan tabu dan masyarakat biasanya melakukan diskriminasi atas kaum gay.

Bagaimanapun dakwaan 'kebejatan moral' atau 'menghina agama' sering diajukan kepada homoseksual.

Rumah mandi umum banyak terdapat di Mesir, dan pihak kelompok konservatif sering menganggapnya sebagai tempat berkumpul homoseksual.

Berita terkait