Polisi terima 'peringatan' sebelum penyanderaan Sydney

Man Haron Monis Hak atas foto AP
Image caption Man Haron Monis menyebut dirinya sebagai imam dan memiliki catatan aktivsme bermotif agama.

Otoritas keamanan Australia menerima 18 panggilan telepon mengenai seorang yang bergaya seperti tokoh agama beberapa hari sebelum serangan mematikan di sebuah kafe di Sydney - tetapi tidak ada yang menduga serangan tersebut terjadi dalam waktu dekat, seperti disampaikan sebuah laporan yang dipublikasikan pemerintah.

Panggilan pada Desember lalu berkaitan dengan status di media sosial Facebook oleh yang diunggah oleh Man Haron Monis, yang kemudian menyandera sejumlah orang di kafe Lindt.

Dua orang sandera dan seorang pria bersenjata tewas dalam peristiwa tersebut.

"Terus terang, sistem telah mengecewakan kita," kata Perdana Menteri Tony Abbott.

Dia mengatakan akan mempertimbangkan perubahan sistem hukum dan imigrasi sebagai respon dari peristiwa penyanderaan tersebut.

"Terus terang, monster ini tidak boleh ada di komunitas kami."

Dia mengatakan Australia akan mempertimbangkan batasan antara kebebasan individu dan keselamatan komunitas yang kemungkinan dapat "direvisi".

Hak atas foto AP
Image caption Dua orang tewas dalam penyanderaan di Sydney, pada Desember lalu.

Pernyataan Abbot ini disampaikan setelah merilis laporan setebal 90 halaman yang disusun pejabat pemerintah federal dan pemerintah New South Wales.

Dalam dokumen itu disebutkan 19 panggilan kepada hotline keamanan nasional dibuat dalam kurun waktu 9-12 Desember - tiga hari sebelum peristiwa penyanderaan.

Layanan keamanan Australia dan polisi mempertimbangkan bahwa status di media sosial yang diunggah oleh Monis "tidak terdapat indikasi ancaman yang akan terjadi dalam waktu dekat".

Monis merupakan pria kelahiran Iran yang tiba di Australia sebagai pengungsi pada 1996 lalu, dan mendapatkan kewarganegaraan pada 2004 - merupakan "subyek dari penegakan hukum dan penyelidikan masalah keamanan" negara tersebut sebelum serangan terjadi.

Dia memiliki catatan aktivisme dengan motif agama dan menyebut dirinya sebagai Imam, tetapi pejabat mengatakan tidak ada bukti aksinya berkaitan dengan jaringan militan Islamis Internasional.

Monis mendapatkan jaminan setelah didakwa dengan tuduhan terlibat sejumlah kasus kekerasan seksual dan pembunuhan mantan istrinya.

Berita terkait