Al Azhar Kairo akan memperluas ajaran secara global

Sameh Shoukry Hak atas foto Getty
Image caption Sameh Shoukry mengumumkan rencana 'globalisasi' Al Azhar di konferensi di Washington.

Lembaga pendidikan Islam yang terkenal di Mesir, Al Azhar, akan memperluas upaya pengajaran toleransi Islam secara global.

Al Azhar -yang berawal dari masjid di Kairo dan memiliki universitas- merupakan salah satu lembaga terkenal di dunia yang mengajarkan studi-studi Islam, antara lain Syariah Islam.

Rencana untuk 'globalisasi' itu diumumkan Menteri Luar Negeri Mesir, Sameh Shoukry, saat menghadiri konferensi memerangi ekstrimisme di Washington, Amerika Serikat.

Shoukry mengatakan bahwa tindakan kelompok militan merupakan penghinaan atas Islam.

Hak atas foto AP
Image caption Al Azhar di Kairo merupakan lembaga pengajaran Islam yang terkemuka.

"Pada akhrinya tanggung jawab untuk menghadapi ideologi kekerasan berada di kalangan umat Islam sendiri," tuturnya.

Mesir melancarkan serangan udara atas posisi-posisi kelompok militan di Libia setelah 21 umat Kristen Koptik asal Mesir dipancung oleh kelompok militan yang mengaku memiliki hubungan dengan Negara Islam atau ISIS tersebut.

Sementara itu Menlu Amerika Serikat, John Kerry, mengingatkan kelompok-kelompok ekstrimis Islam memiliki strategi jangka panjang.

Hak atas foto AP
Image caption Perwakilan dari lebih 60 negara menghadiri konferensi tentang ekstrimisme dengan kekerasan.

Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah yang ingin memerangi terorisme harus berpikir lebih meluas tentang bagaimana menghadapi ideologi radikal dan menghentikan teroris mengeksploitasi keluhan-keluhan orang.

"Anda harus melakukan semua hal. Anda harus menarik orang-orang itu dari medan perang, tempat mereka berada sekarang," kata Kerry menjelaskan.

Dia juga menyerukan kerja sama antar negara untuk menyusun sebuah rencana guna mencegah ideologi kekerasan berkembang.

Saat membuat konferensi Rabu (18/02), Presiden Barack Obama menegaskan bahwa 'perang bukan dengan Islam namun dengan teroris yang menyelewengkan Islam'.

Perwakilan dari lebih dari 60 negara hadir dalam konferensi yang digelar menyusul adanya serangkaian serangan Islamis di Denmark, Prancis dan Australia.

Berita terkait