Qatar tarik dubes dari Mesir terkait serangan Libia

al jazeera Hak atas foto AP
Image caption Dua wartawan al Jazeera, Mohammed dan Fahmy sempat ditahan Mesir.

Qatar menarik duta besarnya untuk Mesir karena pertikaian mengenai serangan udara terhadap sasaran kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Libia.

Pejabat kementerian luar negeri mengatakan hal ini dipicu komentar yang dilontarkan delegasi Mesir pada Liga Arab, yang menuduh Qatar mendukung terorisme.

Qatar menyatakan keberatannya terhadap aksi militer sepihak Mesir kepada negara anggota Liga Arab lainnya, yang dapat dipandang menimbulkan risiko jatuhnya korban sipil.

Hubungan antara Doha dan Kairo menegang dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Qatar mendukung Presiden Mohammed Morsi dan Ikhwanul Muslimin sebelum digulingkan militer Mesir pada tahun 2013.

Jaringan televisi milik Qatar, Al Jazeera, juga menjadi sumber utama ketegangan karena pemerintah Mesir menuduhnya menjadi corong para pendukung Morsi dan beberapa wartahan Al Jazzera dihukum di Mesir.

Angkata Udara Mesir membom markas ISIS di Libia pada hari Senin awal pekan ini sebagai balasan atas pemenggalan 21 warga Kristen Koptik Mesir yang diculik.

Setelah pertemuan di Kairo pada hari Rabu (18/02), Liga Arab mengeluarkan pernyataan yang menekankan "pemahaman menyeluruh" tentang serangan udara dan mendukung desakan Mesir bagi pencabutan embargo senjata PBB terkait pemasokan senjata bagi angkatan bersenjata Libia.

Berita terkait