Pemberontak Ukraina "sepakat" tarik senjata

Pemberontak Ukraina Hak atas foto EPA
Image caption Pemberontak Ukraina berada di Donetsk Ukraina bagian Timur

Pemberontak di Ukraina Timur telah sepakat untuk mulai menarik mundur senjata berat dari garis depan, seperti disampaikan oleh seorang jenderal Rusia yang terlibat dalam pelaksanaan gencatan senjata.

Jenderal Alexander Lentsov mengatakan pemberontak pro Rusia telah menandatangani perintah untuk menyelesaikan penarikan dalam waktu dua pekan, mulai Minggu (22/02).

Belum diketahui apakah Ukraina akan melakukan langkah serupa atau tidak.

Upaya ini dilakukan setelah Ukraina dan pemberontak melakukan pertukaran 191 tahanan, sebagai bagian kunci dari kesepakatan genjatan senjata Minsk.

Langkah pertama ini dilakukan dalam kerangkan perjanjian damai yang dicapai pada 12 Februari lalu, di ibukota Belarusia, yang diinisiasi oleh Prancis dan Jerman.

Pertukaran tersebut dilakukan setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan Washington mempertimbangkan "sanksi serius" melawan Rusia menyusul pelanggaran gencatan senjata, dan bahwa sebuah keputusan akan dibuat dalam beberapa hari mendatang.

Tetapi juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan sanksi tidak akan membantu menyelesaikan krisis Ukraina.

Sementara itu, ribuan warga Ukraina - dan juga sejumlah pemimpin Eropa - diperkirakan akan mengikuti "pawai martabat" di ibukota Kiev pada Minggu (22/01), untuk mengenang para korban penembakan jitu atau sniper pada aksi protes Februari lalu.

Menurut PBB, hampir 5.700 orang tewas sejak pertempuran terjadi di wilayah Donetsk dan Luhansk Ukraina Timur. Peristiwa ini terjadi menyusul aneksasi Rusia di Ukraina bagian selatan semenanjung Krimea.

Berita terkait