Ancaman teror mal terbesar di Amerika Serikat

mall of america Hak atas foto AFP
Image caption Al-Shabab menyebut Mall of America disamping Oxford Street dan Westfield di London.

Pimpinan keamanan dalam negeri Amerika Serikat memperingatkan warganya untuk waspada karena muncul ancaman teror terhadap salah satu pusat perbelanjaan paling besar di AS.

Jeh Johnson mengatakan dia memperlakukan secara serius ancaman dari al-Shabab, kelompok pendukung al Qaeda yang bermarkas di Somalia.

Dalam sebuah video, kelompok itu mendorong pendukungnya untuk melakukan sejumlah serangan terhadap pusat perbelanjaan di AS, Kanada dan Inggris.

Al-Shabab bertanggung jawab atas serangan mal Westgate di Nairobi pada tahun 2013 yang menewaskan 67 orang.

Johnson mengatakan kepada CNN, ancaman tersebut adalah 'tahapan baru' terorisme dimana serangan semakin banyak dilakukan 'pelaku mandiri di negaranya sendir'.

"Setiap kali sebuah organisasi teroris menyatakan serangan pada sebuah tempat tertentu, kami memperlakukannya dengan serius," katanya.

Lewat video itu, seorang pria dengan aksen Inggris dan penutup muka mendesak para pendukung al-Shabab untuk menyerang pusat belanja Barat 'milik Amerika atau Yahudi'.

Dia secara khusus menyebut Mall of America, Minnesota -pusat perbelanjaan kedua terbesar AS- West Edmonton Mall, Kanada, selain Oxford Street dan dua pusat belanja Westfield di London.

Koordinat bagi sejumlah sasaran muncul pada layar sementara kelompok itu menjelaskannya.

Berita terkait