Dukungan untuk Mesir menghadapi militan Libia

President Abdel Fattah al-Sisi Hak atas foto Reuters
Image caption President Abdel Fattah al-Sisi mengtakan sasaran di Libia sudah dipelajari dengan akurat.

Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, mengatakan beberapa negara Arab menawarkan dukungan milter menyusul pembunuhan sekelompok umat Kristen Koptik Mesir oleh kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di Libia.

Dalam pidato yang disiarkan di TV, Sisi mengatakan Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, termasuk yang menawarkan bantuan melawan NI.

Pernyataan ini muncul setelah NI di Libia membunuh 21 umat Kristen Koptik asal Mesir, yang memicu serangan udara atas sasaran-sasaran milik militan Islam tersebut di Libia.

"Serangan menghantam 13 sasaran yang sudah dipelajari secara akurat," tegasnya sambil menambahkan bahwa tentara Mesir bukan agresor dan serangan itu dibutuhkan.

Dia menambahkan ada kebutuhan mendesak bagi kekuatan Dunia Arab untuk membantu kawasan itu mengatasi tantangan yang dihadapi.

Hak atas foto Reuters
Image caption Mesir juga menghadapi aksi kekerasan di Semenanjung Sinai.

Mesir sudah meminta agar dikeluarkan resolusi PBB yang memungkinkan campur tangan pasukan internasional di Libia.

Mantan jenderal ini menegaskan pula bahwa dia mengendalikan sepenuhnya dalam mengarahkan Mesir ke jalan yang benar untuk menghadapi militan Islam di negara tetangga Libia, Semenanjung Sinai, dan tantangan-tantangan ekonomi.

Pemerintah Kairo juga menghadapi aksi kekerasan militan Islam di Semenanjung Sinai yang sepanjang Januari lalu saja menewaskan sedikitnya 30 aparat keamanan.

Berita terkait