Dua warga Thailand dibui karena hina kerajaan

Thai pair jailed Hak atas foto AP
Image caption Patiwat Saraiyaem (tengah) dan Pornthip Munkong (tidak ada dalam foto) telah ditahan sejak penangkapan mereka pada tahun 2013

Pengadilan Thailand menjatuhkan hukuman penjara dua tahun kepada seorang pria dan enam bulan kepada seorang perempuan karena menghina monarki dalam pertunjukan drama di sebuah universitas pada 2013 lalu.

Patiwat Saraiyaem, 23, dan Pornthip Munkong, 26, dinyatakan bersalah melanggar undang-undang lese majeste yang melindungi Kerajaan Thailand dari setiap penghinaan.

Dakwaan itu berkaitan dengan pertunjukan drama yang mereka tampilkan di Universitas Thammasat pada Oktober 2013.

Undang-undang lese majeste di Thailand adalah salah satu undang-undang terketat di dunia, tapi para kritikus mengatakan penggunaan undang-undang ini semakin meningkat tatkala militer menguasai pemerintahan.

Tidak takut

Wartawan BBC, Jonathan Head, yang berada di pengadilan Bangkok, mengatakan keduanya diborgol. Salah seorang bahkan memakai belenggu di kaki.

Ibunda Pornthip Munkong, yang merupakan seorang aktivis dan juga sutradara dalam pertunjukan tesebut, menangis ketika vonis dibacakan.

Menjelang putusan pengadilan, Pornthip Munkong mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa dia tidak takut dipenjara.

Drama yang berjudul Wolf Bride itu menandai perayaan 40 tahun protes pro-demokrasi mahasiswa yang hancur oleh rezim militer dan mengisahkan tentang sebuah kerajaan fantasi dan menampilkan seorang raja dengan penasihatnya.

Namun, media belum merinci secara lengkap tentang isi drama tersebut, karena dianggap akan melanggar undang-undang media yang melarang mengutip aksi penghinaan kerajaan.

Hak atas foto AP
Image caption Masyarakat Thailand sangat menyayangi raja mereka, Bhumibol Adulyadej.

Undang-undang lese majeste Thailand

  • Pasal 112 dari KUHP mengatakan siapa saja yang "memfitnah, menghina atau mengancam raja, ratu, pewaris" akan dihukum dengan sampai 15 tahun penjara
  • Hukum ini sebagian besar tidak berubah sejak 1908
  • Digunakan secara luas, untuk menjerat sejumlah akademisi, wartawan, polisi, pegiat dan bahkan kakek berusia 61 tahun

Berita terkait