Indonesia incar markas Bank Investasi Infrastruktur Asia di Jakarta

Hak atas foto Getty Images
Image caption AIIB dijadwalkan beroperasi pada akhir tahun depan.

Pemerintah Indonesia akan bersaing dengan Cina demi menempatkan markas Bank Investasi Infrastuktur Asia (AIIB) di Jakarta, kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

“Kami berniat memiliki markasnya di Jakarta. Namun, tentu, kami harus bersaing dengan Beijing,” kata Bambang di sela-sela Konferensi Investasi Asia di Hong Kong, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

AIIB, menurut Bambang, hanya akan berfokus pada ranah infrastruktur.

Faktor ini membedakan AIIB dengan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) yang menitikberatkan pada pembangunan, pendidikan, serta infrastruktur.

Sebelum beroperasi pada akhir tahun ini, sedikitnya 35 negara yang menyatakan akan bergabung, termasuk Indonesia. Direktur sementara AIIB, Jin Liqun, mengatakan India, Selandia Baru, Inggris, Prancis, Italia, dan Luksemburg telah mengutarakan niat untuk turut menjadi anggota.

Infrastruktur Indonesia

Fithra Faisal, staf pengajar perdagangan internasional Universitas Indonesia, menilai niatan pemerintah Indonesia untuk menempatkan markas AIIB di Jakarta merupakan cara kabinet Presiden Joko Widodo untuk menunjukkan kesungguhan dalam memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia.

Apalagi, Indonesia tengah mengalami pelemahan nilai rupiah akibat nilai impor melebihi nilai ekspor alias current account deficit.

Current account deficit terjadi karena kegagalan pemerintah Indonesia membangun infrastruktur penopang industri. Apabila markas AIIB di Jakarta, perhatian investor akan bisa ditarik ke ibu kota Indonesia dan akses Indonesia akan semakin mudah,” kata Fithra kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Hak atas foto AFP
Image caption Kegagalan pembangunan infrastruktur di Indonesia dipandang sebagai kontributor current account deficit.

Meski demikian, Fithra mengaku pesimistis markas AIIB dapat ditempatkan di Jakarta karena Cina sudah menyiapkan modal yang sedemikian besar untuk membangun AIIB. “Sepertinya (markas AIIB) akan ada di Beijing,” ujarnya.

Arah kabinet Jokowi

Lepas dari di mana markas AIIB akan ditempatkan, Fithra melihat pertarungan antara negara-negara raksasa dalam memperebutkan pasar ASEAN.

“Setiap bank punya patron masing-masing. Bank Dunia berpatron ke Amerika Serikat, ADB ke Jepang, dan AIIB ke Cina. Itu sebabnya AS melihat AIIB sebagai pesaing Bank Dunia,” ujarnya.

Lebih jauh, niatan pemerintah Indonesia untuk terlibat dengan bank tersebut membuktikan arah kabinet Presiden Jokowi.

“Terlihat bahwa dalam konteks AIIB, pemerintahan Jokowi lebih condong ke Cina,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo saat ini sedang melakoni lawatan luar negeri. Selain ke Jepang, dia dijadwalkan berada di Beijing, pada Rabu (25/03). Di sana Jokowi akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Berita terkait