Kerabat korban Germanwings ke lokasi reruntuhan pesawat

Hak atas foto AP
Image caption Sebanyak 150 orang menjadi korban pesawat Germanwings 4U 9525 yang jatuh di Pegunungan Alpen.

Kerabat dan rekan 150 orang korban pesawat Germanwings 4U 9525 bersiap menuju lokasi reruntuhan pesawat di Pegunungan Alpen.

Maskapai Lufthansa akan menerbangkan dua pesawat khusus, satu dari Barcelona dan satu dari Duesseldorf, bagi para kerabat dan dan rekan korban.

Namun, ada pula bus dari Barcelona yang digunakan untuk mengangkut 14 keluarga korban ke lokasi reruntuhan karena mereka tidak ingin menggunakan pesawat.

Di Prancis, beberapa tim khusus bakal segera diberangkatkan untuk mendaampingi para keluarga dan rekan korban saat berkunjung ke Pegunungan Alpen.

Direktur Germanwings, Thomas Winkelmann, mengatakan 72 dari 150 korban merupakan warga Jerman, termasuk 16 murid dari sebuah sekolah.

Kemudian, pemerintah Spanyol menyatakan 51 korban berkewarganegaraan Spanyol.

Korban-korban lainnya berasal dari Australia, Argentina, Inggris, Iran, Venezuela, Amerika Serikat, Belanda, Kolombia, Meksiko, Jepang, Denmark, dan Israel.

Hak atas foto BEA
Image caption Salah satu kotak hitam yang berfungsi sebagai alat perekam suara kokpit telah ditemukan dan kini sedang diselidiki.

Misteri kokpit

Keberangkatan keluarga dan rekan korban terjadi di tengah laporan mengenai data perekam suara kokpit pesawat.

Remi Jouty, kepala badan penyelidikan penerbangan Prancis, mengatakan pihaknya mendapatkan suara-suara pada perekam suara kokpit. Namun, menurutnya, terlalu dini untuk menarik kesimpulan.

Dia mengatakan para penyelidik akan mendapatkan gambaran dalam beberapa hari ke depan. Lalu, analisis penuh baru akan dikeluarkan dalam beberapa pekan atau bulan mendatang.

Akan tetapi, sebagaimana dilaporkan harian New York Times, seorang penyelidik mengaku salah satu pilot pesawat diketahui meninggalkan kokpit dan tidak bisa masuk kembali.

“Anda bisa mendengar dia mencoba merubuhkan pintu,” kata sang penyelidik, menjelaskan suara yang dia dengar dari perekam.

Sumber lainnya menceritakan hal serupa kepada kantor berita AFP.

Berita terkait