Video Germanwings sebelum jatuh beredar

Pemeriksaan sisa-sisa tubuh korban Germanwings Hak atas foto AFP
Image caption Pemeriksaan sisa-sisa tubuh korban Germanwings

Harian Jerman Bild dan mingguan Prancis Paris Match menyatakan mereka mendapat sebuah video yang menunjukkan saat-saat akhir pesawat Germanwings sebelum jatuh dan hancur.

Adegan-adegan video itu diambil melalui telepon genggam di dalam pesawat, berisi suara para penumpang menjerit dan benda logam menghantam pintu kokpit, sebut kedua media.

Suara seperti pilot mencoba mendobrak pintu kokpit juga terdengar, ungkap laporan tersebut.

Video tersebut diduga diambil dari kartu memori telepon genggam yang ditemukan di lokasi kecelakaan.

Sementara itu, seluruh sisa tubuh korban jatuhnya pesawat Germanwings dilaporkan sudah dipindahkan.

Pernyataan Lufthansa berbeda

Pejabat berwenang Prancis mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tubuh para korban sudah dipindahkan dari jurang tempat jatuhnya pesawat, namun polisi gunung akan kembali untuk mengumpulkan barang-barang pribadi penumpang.

Pencarian kotak hitam kedua juga masih berlangsung.

Di tempat terpisah, maskapai induk dari Germanwings, Lufthansa, mengatakan bahwa kopilot Germanwings Andreas Lubitz sudah pernah mengaku kepada perusahaan bahwa ia menderita depresi.

Pernyataan Lufthansa itu bergeser dari pernyataan pekan lalu yang mengatakan bahwa Andreas Lubitz dulu mengambil jeda dari pelatihan di sekolah penerbangan, namun menolak mengungkap alasannya.

Lufthansa sekarang mengungkap email-email Lubitz tahun 2009 yang menunjukkan, Lubitz menceritakan kepada instrukturnya waktu itu bahwa ia menderita "depresi yang parah".

Kecenderungan bunuh diri

Rekaman dari kokpit mengisyaratkan, Lubitz, 27, sengaja menubrukkan pesawat, menyebabkan kematian 150 orang.

Hak atas foto Reuters
Image caption Seluruh sisa tubuh korban sudah dipindahkan dari jurang tempat jatuhnya pesawat.

Direktur Utama Lufthansa Carsten Spohr sebelumnya mengatakan bahwa perusahaan itu tidak melihat tanda-tanda apapun yang bisa membuat kopilot menabrakkan pesawat Airbus A320 itu.

"Dia 100% fit untuk terbang tanpa pembatasan atau persyaratan khusus," katanya waktu itu kepada para wartawan.

Sekarang terungkap, melalui penyelidikan internal maskapai itu, bahwa Lubitz telah mengirim informasi mengenai periode depresinya kepada sekolah penerbangan Lufthansa di Bremen. Hal itu dilakukannya ketika ia kembali mengikuti pelatihan sesudah berhenti beberapa bulan.

Ia lalu menyerahkan seluruh hasil tes kesehatannya, dan kemudian mendapat sertifikat sebagai penerbang. Ia mulai bekerja di Germanwings, anak perusahaan Lufthansa, pada tahun 2013.

Seorang mantan pacar Lubitz mengungkap kepada koran Bild, bahwa penerbang itu pernah mengisyaratkan untuk melakukan suatu tindakan untuk membuat namanya diketahui semua orang.

Jaksa penuntut Jerman mengatakan hari Senin (30/03) bahwa Lubitz pernah mendapat perawatan untuk "kecenderungan bunuh diri" sebelum menyelesaikan pelatihan terbang.

Namun Lufthansa menyebut, seluruh rekam jejak medis masuk dalam kerahasiaan dokter dan pasien, dan bahwa mereka tak mengetahui isinya.

Pesawat maskapai Germanwings 4U 9525 jatuh di pegunungan Alpen Prancis Selasa (24/03) menewaskan seluruh 150 orang penumpang dan awak.

Berita terkait