Pasca serangan, Kenya berkabung tiga hari

Kenya Hak atas foto EPA
Image caption Bendera setengah tiang akan dipasang untuk mengehormati para korban

Kenya memulai tiga hari berkabung setelah pembantaian lebih dari 100 mahasiswa di Universitas Garissa oleh kelompok militan al-Shabab.

Upacara Paskah akan diadakan untuk mengenang 148 korban dan bendera setengah tiang diharapkan dipasang.

Presiden Uhuru Kenyatta berjanji untuk menanggapi serangan "dengan cara yang sekeras mungkin".

Universitas al-Azhar di Kairo juga mengutuk serangan itu.

Palang Merah Kenya mengatakan bahwa sejauh ini 54 korban telah diidentifikasi oleh kerabat di sebuah kamar mayat di ibukota Kenya, Nairobi.

Bus-bus mengangkut lebih dari 600 siswa dan 50 staf yang selamat dari serangan ke kampung halaman mereka.

Banyak korban telah bersatu kembali dengan keluarga mereka di Stadion Nasional Nyayo Nairobi yang telah dipilih sebagai pusat krisis.

Lavenda Mutesi, 18, yang melompat keluar dari jendela kamar asramanya untuk melarikan diri dari serangan itu, mengatakan kepada AP, "Walaupun saya sangat bersyukur, saya berharap teman-teman saya ada di sini, karena saya berharap mereka bisa berbagi momen ini dengan saya, dengan orang tua mereka ...Saya kehilangan banyak teman."

Hampir semua dari 148 orang yang tewas adalah mahasiswa dan 79 orang lainnya luka-luka.

Empat pria bersenjata tewas, dan para pejabat mengatakan mereka menahan lima orang untuk diinterogasi terkait serangan - salah satunya diyakini sebagai seorang penjaga keamanan universitas.

Berita terkait