Mengenal lebih jauh Majelis Rendah Inggris

Parlemen Inggris
Image caption Kegiatan di Majelis Rendah antara lain adalah tanya jawab antara perdana menteri dan para anggota parlemen setiap hari Rabu.

Majelis Rendah (House of Commons) adalah lembaga perwakilan di Inggris yang berfungsi untuk mengesahkan undang-undang.

Pemerintah harus mendapatkan dukungan para anggota Majelis Rendah untuk bisa menerapkan undang-undang yang mereka ajukan.

Pemerintah dan partai-partai yang beroposisi biasanya menempati kursi yang berseberangan di Majelis Rendah. Namun sejak Mei 2010, setelah terbentuknya koalisi antara Partai Konservatif dan Partai Liberal Demokrat, para anggota parlemen dari kedua partai ini duduk di sisi yang sama.

Perdana Menteri David Cameron (pemimpin Partai Konservatif) dan Wakil Perdana Menteri Nick Clegg (pemimpin Partai Liberal Demokrat) sering kali terlihat duduk bersebelahan di kursi yang disediakan untuk pemerintah. Anggota parlemen dari kedua partai ini yang tidak diangkat menjadi pejabat pemerintah, duduk di belakang mereka.

Berbeda dengan praktik di Indonesia -di mana anggota parlemen atau DPR yang diangkat menjadi menteri mengundurkan diri- di Inggris menteri adalah anggota parlemen dan karenanya tidak mundur ketika masuk kabinet.

Rapat Dengar Pendapat

Setiap Rabu siang perdana menteri menjawab pertanyaan dari para anggota parlemen selama setengah jam.

Kegiatan ini mirip dengan Rapat Dengar Pendapat atau di Inggris biasa disebut Prime Minister’s Questions. Pertanyaan pertama dari anggota parlemen biasanya di seputar kegiatan atau agenda perdana menteri (open questions).

Penanya kemudian melanjutkan dengan pertanyaan kedua, bisa tentang apa saja, tapi biasanya tentang isu-isu politik terkini.

Pemimpin oposisi bisa menindaklanjuti pertanyaan ini atau bisa juga mengajukan pertanyaan dengan topik-topik lain. Pemimpin oposisi merupakan satu-satunya anggota parlemen yang dibolehkan mengajukan pertanyaan lanjutan dengan topik yang sama (follow-up questions) kepada perdana menteri.

Ketua parlemen

Ketua parlemen atau biasa disebut Speaker, bertugas mengatur dan memastikan agar tanya jawab dengan perdana menteri ini berlangsung tertib.

Selain ketua juga ada beberapa wakil ketua dan mereka dipilih oleh para anggota parlemen lain.

Ketua parlemen harus adil dan tidak berpihak, jadi ketika ia terpilih menjadi ketua ia mundur dari partai politik dan tidak diperbolehkan terlibat dalam masalah-masalah politik, bahkan ketika mereka pensiun nanti.

Pemungutan suara

Pemungutan suara di Majelis Rendah dinamakan division. Prosesnya diawali dengan permintaan ketua parlemen kepada para anggota untuk menyuarakan pendapat atau posisi mereka atau satu rancangan undang-undang (RUU).

Jika hasilnya sama kuat antara yang mendukung dan menentang, ketua akan memutuskan dilakukannya pemungutan suara.

Kemudian setiap anggota parlemen, satu per satu, akan maju dan menyampaikan suara mereka. Para petugas akan mencatat nama dan suara mereka, apakah mendukung atau menentang RUU.

Setelah selesai, hasil penghitungan suara akan diumumkan.

Ketika sebagian besar anggota parlemen menolak, bukan berarti pemerintah kalah. Mungkin para anggota parlemen ini melakukan pemungutan suara atas amendemen undang-undang, bukan keseluruhan RUU.

Proses RUU menjadi UU bisa memakan waktu berbulan-bulan, karena harus melewati beberapa tahap baik di Majelis Rendah maupun di Majelis Tinggi (House of Lords).

Tapi terbuka kemungkinan proses tersebut diselesaikan dalam kurun kurang dari sebulan, seperti yang terjadi dengan Undang-Undang Parlemen pada 2009, menyusul munculnya kasus klaim pengeluaran oleh beberapa anggota parlemen.

Semua anggota Majelis Rendah memang punya hak suara, tapi devolusi (otonomi) kepada pemerintah-pemerintah daerah membuat beberapa masalah atau isu tidak lagi dipegang oleh para anggota parlemen yang berkantor di Westminster.

Kekuasaan atau kewenangan tersebut sekarang berada di tangan para anggota Parlemen Skotlandia, Parlemen Wales, dan Parlemen Irlandia Utara.

Berita terkait