Eksekusi Mary Jane ditunda setelah 'penjebaknya' menyerah

veloso Hak atas foto Reuters
Image caption Mary Jane Fiesta Veloso pada pengadilan peninjauan kembali di PN Sleman, Yogyakarta.

Eksekusi warga Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, ditunda karena permintaan presiden Filipina, kata juru bicara kejaksaan agung Tony Spontana kepada BBC.

Permintaan ini disampaikan setelah seseorang yang diduga menjebak Veloso untuk membawa heroin ke Indonesia menyerahkan diri kepada polisi di Filipina, tambah Spontana.

Indonesia akan memberikan kesempatan kepada Vesolo untuk memberikan kesaksian pada pengadilan di Filipina.

Ibu Veloso mengatakan penundaan ini sebagai suatu "keajaiban".

"Kami sangat gembira, saya tidak percaya. Saya tidak percaya anak saya akan hidup," kata Celia Veloso kepada stasiun radio Filipina DZMM.

Sebelumnya Veloso dijadwalkan dihukum mati bersama-sama delapan terpidana kasus narkoba.

Mereka telah dieksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu dini hari (29/04).

Terpidana warga Australia, Nigeria, Brasil, dan Indonesia dieksekusi oleh regu tembak setelah notifikasi pelaksanaan hukuman mati dikeluarkan pada akhir pekan.

Para terpidana telah mengajukan berbagai langkah hukum, termasuk menggugat keputusan Presiden Joko Widodo yang menolak memberikan pengampunan.

Berita terkait