Mohammed Fahmy tuntut Al Jazeera sebesar Rp1,3 triliun

Mohamed Fahmy Hak atas foto AP
Image caption Mohamed Fahmy sudah menyerahkan kewarganegaraan Mesir agar dideportasi ke Kanada.

Seorang wartawan Al Jazeera yang diadili di Mesir mengatakan akan menuntut stasiun TV tersebut.

Penasehat hukum dari Mohammed Fahmy -yang mendekam di penjara satu tahun lebih- mengatakan dia menuntut US$100 juta atau sekitar Rp1,3 tirliun.

Fahmy -yang merupakan warga negara Kanada- mengajukan gugatan di Kanada dengan menuduh Al Jazeera melakukan kelalaian.

Dia bersama dua wartawan lainnya, awalnya dihukum tujuh sampai 10 tahun penjara oleh pengadilan di ibukota Kairo dengan dakwaan membantu organisasi teroris ,yang merujuk pada Ikhwanul Muslimin yang kini sudah dilarang.

Namun pengadilan kasasi memerintahkan pengadilan ulang, dan Mohamed Fahmy -bersama Baher Mohammed- dibebaskan secara bersyarat pada pertengahan Februari tahun ini.

Sementara wartawan asal Australia, Peter Greste, sudah lebih dulu dibebaskan dan pulang kembali ke kampung halamannya.

Fahmy sebelumnya juga memiliki kewarganegaraan Mesir namun sudah melepaskannya agar dapat dideportasi ke Kanada.

Dakwaan atas ketiga wartawan itu memicu kecaman dunia internasional karena dianggap sebagai upaya membatasi kebebasan pers.

Berita terkait