Mubarak diadili ulang terkait pembunuhan pengunjuk rasa

mubarak Hak atas foto AFP
Image caption Mantan presiden Mesir Hosni Mubarak turun bulan Februari 2011 setelah unjuk rasa menentang kekuasaannya.

Sebuah pengadilan banding Mesir memerintahkan mantan Presiden Hosni Mubarak untuk kembali diajukan ke pengadilan terkait pembunuhan pengunjuk rasa di tahun 2011.

Mubarak lolos dari pengadilan ulang pada bulan November 2014 setelah sebelumnya dipenjara seumur hidup karena kematian 800 orang saat revolusi.

Secara terpisah dia dinyatakan bersalah melakukan korupsi dan dihukum penjara tiga tahun di awal tahun ini.

Mubarak, 87 tahun, saat ini ditempatkan di rumah sakit militer Maadi, Kairo.

Hakim pada Pengadilan Kasasi mengatakan Mubarak akan diadili ulang pada tanggal 5 November. Sidang ini akan menjadi yang ketiga kalinya kasus ini diajukan.

Mubarak dihukum berkomplot melakukan pembunuhan pada bulan Juni 2012, tetapi pengadilan ulang diperintahkan karena masalah prosedur pada tahun selanjutnya.

Keputusan mencabut tuduhan terhadap Mubarak tersebut kemudian memicu unjuk rasa. Para demonstran bentrok dengan polisi di Lapangan Tahrir.

Mantan presiden, yang berkuasa selama hampir 30 tahun, turun pada bulan Februari 2011 setelah terjadinya unjuk rasa menentang kekuasaannya.

Dia mengalami serangkaian pengadilan dan pengadilan ulang terkait pembunuhan dan korupsi.

Berita terkait