Ulama terkemuka Mesir kecam kekerasan Negara Islam

Sheikh Ahmed el-Tayeb Hak atas foto AFP
Image caption Sheikh Ahmed el-Tayeb

Imam besar Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, yang terkenal menegaskan kecamannya atas kekerasan yang dilakukan kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam.

Ahmed al-Tayeb menyampaikan kembali hal itu di London dalam pertemuan dengan Gereja Anglikan Inggris, Rabu 10 Juni.

"Kita membutuhkan bantuan dari kekuatan dunia sehingga perdamaian bisa dicapai di Timur Tengah," tuturnya dalam konferensi pers bersama Uskup Agung Gereja Anglikan Inggris, Justin Welby.

Sehari sebelumnya -di Florence, Italia- Ahmed al-Tayeb mempertanyakan sumber dana yang diperoleh Negara Islam atau ISIS, yang dianggapnya ingin memecah belah umat Islam.

Hak atas foto AFP
Image caption Al-Tayeb mempertanyakan sumber dana besar yang dimiliki Negara Islam atau ISIS.

"Negara Islam berkembang amat cepat dan itu membutuhkan modal yang amat besar. Darimana sejumlah besar uang itu datang. Orang di jalanan akan mengatakan Barat tidak serius menghadapi Daesh (istilah Arab untuk Negara Islam)," katanya dalam wawancara dengan kantor berita AFP di Florence.

Adapun kunjungannya ke ke London untuk memenuhi undangan dari Uskup Agung Gereja Anglikan Inggris, antara lain menjelaskan kenapa umat Kristen di Mesir menjadi sasaran dari sejumlah umat Islam di negara itu.

Menurut al-Tayeb, sering sekali pertengkaran biasa antar sesama tetangga ditafsirkan secara salah sebagai sengketa agama.

Dia juga mengakui beberapa gereja dirusak di Mesir namun menegaskan yang bertanggung jawab atas kekerasan itu adalah teroris.

Berita terkait