Polisi Mesir dipenjara karena kematian seorang pegiat

shaima al sabbagh Hak atas foto AP
Image caption Shaima al-Sabbagh saat ikut serta dalam demonstrasi di Kairo.

Pengadilan di Mesir menghukum seorang polisi 15 tahun penjara karena membunuh seorang pegiat perempuan di Kairo bulan Januari lalu.

Letnan Yassin Hatem Salahedeen dinyatakan bersalah membunuh Shaimaa al-Sabbagh, yang ditembak di punggungnya dengan senapan untuk berburu burung.

Shaimaa tewas dalam protes damai untuk memperingati Revolusi Mesir 2011.

Awalnya, Menteri Dalam Negeri menyangkal keterlibatan polisi dalam kematian Shaimaa.

Namun di tengah tekanan yang hebat, Presiden Abdul Fattah al-Sisi menyebut Shaima sebagai "anaknya sendiri" dan berjanji akan menyeret orang yang bertanggungjawab.

Shaimaa al-Sabbagh, 32 tahun, adalah ibu seorang anak laki-laki berumur 5 tahun, seorang penyair dan anggota Partai Aliansi Rakyat Sosialis.

Pada tanggal 24 Januari, ia berjalan dengan beberapa rekannya menuju Alun-alun Tahrir untuk meletakkan karangan bunga guna memperingati Revolusi Mesir 2011.

Saat itulah muncul polisi bertopeng yang menembaki mereka dengan senapan untuk berburu burung serta melontarkan gas air mata.

Adegan itu sempat tertangkap kamera, saat Shaima terjatuh ke tanah dan dibopong oleh seorang rekannya.

Penanganan protes di Mesir kerap menjadi sasaran kritik. Jumlah korban tewas pada saat pembubaran Ikhwanul Muslimin saja mencapai 1.150 orang pada bulan Juli dan Agustus 2013.

Berita terkait