AL Australia bayar awak perahu migran, Abbott tidak bantah

Hak atas foto EPA
Image caption Abbott mengatakan personel imigrasi telah mengembangkan strategi kreatif untuk menghentikan aliran perahu-perahu pengangkut migran.

Perdana Menteri Tony Abbott tidak membantah laporan yang menyebutkan bahwa sebuah kapal Angkatan Laut Australia membayar awak perahu pengangkut migran yang menuju Australia untuk kembali ke Indonesia.

Dalam wawancara dengan stasiun radio 3AW pada Jumat (12/06) pagi waktu setempat, Abbott tidak menepis ketika ditanya soal pembayaran kepada awak perahu untuk memutar balik ke Indonesia.

Dia justru mengatakan personel imigrasi telah mengembangkan strategi kreatif untuk menghentikan kedatangan perahu-perahu pengangkut migran.

“Kami telah menghentikan perdagangan (manusia) dan kami akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk memastikan itu tetap berhenti,” kata Abbott.

Putar balik

Kepolisian Nusa Tenggara Timur menahan kapten dan awak sebuah perahu atas tuduhan penyelundupan manusia pada akhir Mei.

Kapten dan awak perahu tersebut mengangkut 65 migran yang berasal dari Bangladesh, Myanmar dan Sri Lanka menuju Selandia Baru.

Di tengah laut, mereka mengaku dihentikan sebuah kapal angkatan laut Australia. Seorang petugas imigrasi Australia kemudian naik ke perahu dan membayar kapten dan awak masing-masing US$5.000 (Rp66,6 juta) untuk berputar balik ke Indonesia.

Hak atas foto AP
Image caption Australia berupaya menghentikan laju kedatangan pengungsi dan pencari suaka dengan mencegat mereka di lautan.

Kapolres Rote Ndao, NTT, AKBP Hidayat, mengatakan: “Saya melihat uang itu dengan mata saya sendiri. Ini adalah pertama kalinya saya mendengar ada pejabat Australia yang membayar awak perahu.”

Kantor berita Australian Broadcasting Corporation (ABC) dan Radio New Zealand melaporkan pengakuan yang sama dari para penumpang.

“Jika kejadian ini benar, kami sangat menyayangkan karena ini bisa dikatakan bribery (suap), bisa dikatakan mendorong smuggling (penyelundupan),” kata Arrmanatha Nasir, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia seperti dikutip BBC.

Di bawah kendali Abbott, Australia berupaya menghentikan laju para pengungsi dan pencari suaka dengan mencegat mereka di lautan dan disuruh berputar balik atau dibawa ke fasilitas penahanan Pulau Manus di Papua Nugini.

Berita terkait