Tekanan menurunkan bendera Konfederasi menguat di AS

Hak atas foto Getty
Image caption Para pendemo mendesak pejabat dan anggota parlemen negara bagian menghapus atribut-atribut Konfederasi pada properti negara.

Tekanan untuk menurunkan bendera Konfederasi di Amerika Serikat menguat setelah anggota parlemen Negara Bagian South Carolina menyerukan penurunan bendera era Perang Sipil itu dari gedung parlemen negara bagian.

Di Kota Columbia, para demonstran menuntut bendera Konfederasi diturunkan dari gedung parlemen Negara Bagian South Carolina.

Aksi serupa dilakukan di empat negara bagian lainnya—Texas, Mississippi, Virginia dan Tennesse. Para pendemo mendesak pejabat dan anggota parlemen negara bagian menghapus atribut-atribut Konfederasi pada properti negara.

Protes tersebut kemudian berimbas pada dunia usaha. Beberapa peritel besar seperti Amazon dan Walmart menghentikan penjualan atribut era Perang Sipil.

Desakan menurunkan bendera Konfederasi menguat seiring dengan pembunuhan sembilan jemaat gereja di Charleston, South Carolina, pekan lalu. Sang tersangka pelaku pembunuhan, Dylann Roof, tampil pada sejumlah foto memegang bendera itu.

Simbol kuat

Bendera pertempuran Konfederasi menjadi simbol kuat bagi negara-negara bagian selatan AS pada masa Perang Sipil ketika mereka berusaha memisahkan diri dari negara perserikatan.

Bagi sejumlah kalangan bendera itu dilihat sebagai ikon perbudakan dan rasisme, sedangkan pihak lain mengatakan bendera tersebut melambangkan warisan dan sejarah mereka.

Hak atas foto AFP
Image caption Bendera pertempuran Konfederasi menjadi simbol kuat bagi negara-negara bagian selatan AS pada masa Perang Sipil.

Gubernur South Carolina, Nikki Haley, mengatakan bendera itu harus turun dan mendesak parlemen negara bagian bertindak mengingat mereka membutuhkan dua pertiga suara mayoritas untuk menurunkan bendera itu.

Sehari kemudian, Gubernur Virginia Terry McAuliffe mengumumkan bahwa dia ingin bendera itu dicopot dari plat nomor kendaraan di wilayah negara bagiannya. Sebuah keputusan pengadilan tinggi AS mengatakan setiap negara bagian memiliki kuasa untuk membatasi desain-desain seperti itu.

Di Mississippi, pemangku kebijakan berencana menggulirkan peraturan untuk mencabut simbol Konfederasi dari bendera negara bagian tersebut.

“Sebagai penganut Kristen, saya percaya bendera negara bagian kami menjadi hal yang menyinggung sehingga harus dicabut,” kata pejabat Negara Bagian Mississippi Phillip Gunn.

Image caption Tersangka pelaku pembunuhan di Charleston, Dylann Roof, tampil pada sejumlah foto memegang bendera Konfederasi.

Tokoh konfederasi

Namun mantan Gubernur Mississippi Haley Barbour mengatakan dia sama sekali tidak tersinggung oleh bendera itu.

Selain bendera, para anggota parlemen di Tennessee mengatakan mereka harus “memikirkan ulang” apakah patung wajah seorang jenderal Konfederasi dan pemimpin kelompok rasis Ku Klux Klan harus ditampilkan di gedung parlemen negara bagian.

Patung wajah Nathan Bedford Forrest telah mendekorasi ruang senat di gedung itu selama beberapa dekade.

Ditengah adanya imbauan penurunan segala atribut Konfederasi, beberapa menjadi target vandalisme.

Di tengah kota Charleston, patung mantan politisi dan pendukung gerakan perbudakan John C Calhoun dirusak dengan penulisan kata “rasis” di bawahnya.

Berita terkait