PM Malaysia bantah terima US$700 juta dari perusahaan negara

Najib Razak Hak atas foto Reuters
Image caption PM Najib Razak menyebut tuduhan media sebagai sabotase politik, dengan tujuan akhir menjatuhkan dirinya.

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, membantah tuduhan bahwa dirinya mentransfer jutaan dolar dari perusahaan milik negara, 1Malaysia Development Bhd (1MDB), ke beberapa rekening pribadinya.

1MDB juga mengeluarkan bantahan dengan mengatakan tidak ada prosedur yang dilanggar.

Menurut sejumlah dokumen yang dilihat Wall Street Journal, hampir US$700 juta dikirim ke beberapa bank dan organisasi sebelum masuk ke rekening-rekening milik PM Razak.

Wall Street Journal mengklaim mendapatkan formulir transfer dan diagram aliran dana yang disiapkan investigator pemerintah.

Surat kabar ini mengatakan bahwa sumber dana tidak jelas dan menambahkan bahwa para penyelidik pemerintah tidak memberikan perincian tentang penggunaan dana tersebut "begitu masuk" ke rekening PM Razak.

Dokumen 'direkayasa'

Ia menyebutkan laporan media ini sebagai sabotase politik yang bertujuan menjatuhkan perdana menteri yang terpilih secara sah melalui pemilihan umum.

"Klaim-klaim ini, yang didapat dari penyelidik yang tidak disebutkan identitasnya, adalah serangan ke perdana menteri ... ini adalah lanjutan dari sabotase politik," demikian pernyataan yang dikeluarkan para pejabat di kantor PM Razak.

Baik Razak maupun 1MDB sama-sama mengatakan dokumen-dokumen yang didapat Wall Street Journal "telah mengalami perubahan" dan tidak diverifikasi.

1MDB diluncurkan pada 2009 dan di perusahaan ini PM Razak duduk sebagai ketua badan penasehat.

Berita terkait