Pemkot New York bayar Rp78,5 milyar kepada keluarga korban kekerasan polisi

Hak atas foto Reuters
Image caption Kata-kata terakhir Garner "I can't breathe" menjadi slogan demonstrasi.

Pemerintah Kota New York setuju membayar US$5,9 juta atau setara dengan Rp78,5 milyar kepada keluarga Eric Garner, pria yang meninggal setelah ditahan polisi.

Kesepakatan pembayaran itu dikemukakan Kepala Keuangan pemerintah Kota New York, Scott Stringer, pada Senin (13/07) waktu setempat.

“Menyusul tinjauan klaim yudisial dan fakta-fakta kasus ini, kantor saya berhasil mencapai kesepakatan dengan keluarga Eric Garner. Hal ini merupakan yang terbaik bagi semua pihak,” kata Stringer.

Meski setuju membayar, pemerintah Kota New York tidak pernah secara resmi mengaku melakukan kesalahan.

Upaya pendekatan kekeluargaan ditempuh Stringer agar kasus Garner tidak terulur sehingga menghemat biaya hukum kota.

Di pihak lain, keluarga Garner berencana mengadakan pawai pada Sabtu untuk mendorong pemerintah federal menjatuhkan hukuman terhadap polisi yang menyebabkan Garner meninggal.

Mereka, didampingi Pendeta Al Sharpton, juga ingin mengadakan konferensi pers mengenai kasus itu pada Kamis.

“Ini bukan hanya mengenai uang,” kata Sharpton kepada New York Times. “Ini mengenai keadilan. Kita harus menata ulang departemen kepolisian dan kebijakan polisi di sekeliling negeri.”

'Saya tidak bisa bernapas'

Polisi mencegat Garner pada 17 Juli 2014 di luar sebuah toko di Staten Island karena menjual rokok bebas pajak.

Setelah Garner berdebat dengan polisi dan menolak diborgol, polisi bernama Daniel Pantaleo mencekik lehernya. Garner, yang menderita asma, dihantam ke tanah dan dikekang keras. Dia kemudian meninggal di rumah sakit setempat.

Hak atas foto d
Image caption Mendiang Garner saat bersama anak-anaknya. Dia meninggal setelah ditahan polisi New York.

Penahanan itu terekam kamera dan ucapan Garner “I can’t breathe” (saya tidak bisa bernapas) menjadi slogan yang digunakan demonstran di seluruh dunia.

Kematian Garner adalah salah satu kasus kontroversial di AS, manakala sejumlah orang kulit hitam tanpa senjata meninggal di tangan polisi berkulit putih.

Anggota keluarga Garner telah mengambil langkah untuk menuntut pemerintah Kota New York sebesar US$75 juta.

Pakar forensik Kota New York menyimpulkan kematian Garner adalah pembunuhan dan disebabkan oleh “tekanan pada dada dan posisi rentan selama pengekangan fisik oleh polisi”.

Kritikus mengatakan Pantaleo mencekik Garner, teknik yang bertentangan dengan aturan kepolisian. Pantaleo mengatakan manuver itu sah secara hukum.

Desember lalu, dewan juri menolak mengadili para polisi yang terkait. Hal ini memicu protes berminggu-minggu. Penyelidikan federal kasus ini terus berlanjut.

Berita terkait