Raul Castro serukan hubungan baru Kuba-AS

Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden Raul Castro mengatakan Kuba ingin melupakan masa lalu dan hidup berdampingan dengan AS

Presiden Kuba Raul Castro mengatakan negaranya harus membangun hubungan baru dengan Amerika Serikat.

Dalam pidatonya di hadapan Majelis Nasional, Castro mengatakan untuk menjalin hubungan normal, AS harus mencabut embargonya terhadap Kuba.

Dia juga menyerukan agar pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo dikembalikan kepada Kuba.

Pada Senin, kedua negara bersiap-siap menjalin ulang hubungan diplomatis untuk pertama kalinya sejak 1959.

“Kita membicarakan membangun hubungan baru antara dua negara, berbeda dengan sejarah sebelumnya,” kata Castro kepada Majelis Nasional Kuba.

Normalkan hubungan

Dia mengakui upaya Presiden Obama mencoba membuka perdebatan soal embargo itu, walaupun keputusan soal ini menjadi tanggungjawab Kongres AS.

Para pejabat AS mengatakan beberapa kali bahwa Teluk Guantanamo tidak berada dalam agenda diskusi dengan Kuba.

AS dan Kuba memulai negosiasi rahasia untuk membangun kembali hubungan dua tahun lalu.

Hal itu berpuncak pada pengumuman bersejarah 17 Desember lalu ketika Presiden Castro dan Presiden Obama mengatakan telah bertukar tahanan dan akan berusaha menormalkan hubungan.

Pada Senin (20/07) nanti kedua negara dijadwalkan membuka kembali kedutaan di ibukota masing-masing sebagai langkah resmi pertama menuju membangun kembali hubungan.

Berita terkait