Presiden Putin tolak pengadilan internasional terkait MH17

Malaysia Airlines MH17 Hak atas foto Reuters
Image caption Laporan awal menyebutkan Malaysia Airlines MH17 terkena sejumlah objek dengan energi tinggi.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan pembentukan pengadilan internasional untuk jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 prematur dan kontraproduktif.

Hal tersebut disampaikannya lewat percakapan telepon kepada Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, pada malam menjelang peringatan satu tahun jatuhnya MH17 di Ukraina timur, yang dituduh ditembak para pemberontak pro-Rusia.

Menurut Kremlin, dalam pembicaraan itu Putin menegaskan bahwa semua penyelidikan atas kecelakaan itu harus tuntas sepenuhnya sebelum mengambil keputusan tentang bagaimana mengadili para tersangka pelaku penembakan.

Hak atas foto EPA
Image caption Pesawat jatuh di kawasan Ukraina timur dan seluruh 298 orang di dalamnya tewas.

Laporan awal tim penyelidik Belanda pada bulan September lalu mengatakan pesawat terkena sejumlah objek dengan energi tinggi namun tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab.

Kawasan Ukraina timur saat kecelakaan sedang dilanda konflik antara pemberontak yang pro-Rusia dengan pemerintah pusat Ukraina.

Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 jatuh karena diduga terkena tembakan rudal pada 17 Juli 2014 dalam penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.

Seluruh 298 awak dan penumpang -yang sebagian besar merupakan warga Malaysia dan Belanda- tewas dalam insiden tersebut.

Penyelidikan yang dilakukan Belanda diperkirakan akan segera rampung.

Pemerintah Malaysia sudah meminta Dewan Keamanan PBB agar pengadilan internasional didirikan untuk mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Berita terkait