Serangan di pusat kebudayaan Turki dikecam

Presiden Erdogan Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden Erdogan sedang melakukan kunjungan ke Siprus Utara ketika terjadi ledakan di Suruc.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam pengeboman di pusat kebudayaan di Suruc yang menewaskan 28 orang dan melukai sekitar 100 orang.

Ledakan bom pada Senin (20/07) tengah hari menghancurkan pusat kebudayaan di Suruc, kota Turki yang berbatasan langsung dengan Kobani, Suriah.

"Kami larut dalam duka bahwa 28 warga tewas dan banyak orang mengalami luka-luka sebagai akibat aksi teror," kata Erdogan.

"Atas nama rakyat, saya mengutuk dan mengecam para pelaku kebrutalan ini."

Ledakan terjadi ketika ratusan pemuda Turki dan Kurdi menghadiri pertemuan di Pusat Kebudayaan Amara untuk membicarakan pembangunan kembali Kobani di Suriah, sekitar 10 km dari Suruc, Provinsi Sanliurfa.

Pelaku remaja?

Hak atas foto Getty Images
Image caption Korban ledakan dibawa oleh sanak keluarga untuk kemudian dimakamkan.

Menurut gubernur setempat, Izzettin Kucuk, pihak berwenang yakin aksi itu adalah serangan bunuh diri.

Ketika menanggapi pemberitaan media Turki bahwa bom bunuh diri kemungkinan dilakukan oleh seorang remaja putri berusia 18 tahun dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, Kucuk mengatakan, "Ini adalah serangan bunuh diri tetapi apakah ua berusia 18 tahun? Siapa dia? Kami belum tahu."

"Kami akan mengumumkan hasil penyelidikannya ketika tiba waktunya nanti," tambahnya.

Suruc menampung banyak pengungsi Suriah yang menyelematkan diri dari pertempuran di Kobani antara ISIS dan petempur-petempur Kurdi.

Kobani sempat dikuasai oleh ISIS pada September tahun lalu, tetapi direbut kembali oleh pasukan Kurdi pada awal tahun 2015.

Berita terkait