Sektor perbankan Yunani dibuka 20 Juli 2015

Hak atas foto Reuters
Image caption Selama bank ditutup, penarikan uang tunai dijatah sebesar 60 euro per hari.

Sektor perbankan Yunani dijadwalkan buka pada Senin (20/07) setelah selama tiga pekan ditutup akibat krisis utang.

Dengan pembukaan ini, antrean nasabah di anjungan tunai mandiri (ATM) diperkirakan akan berkurang mengingat selama bank ditutup terdapat penjatahan penarikan uang tunai sebesar 60 euro per hari.

Mulai Senin (20/07), penjatahan akan berlaku per minggu sebesar 420 euro per hari.

Lalu, meski bank dibuka, pemblokiran transfer dana ke bank asing dan pencairan cek akan diterapkan. Hal ini dilakoni guna mencegah pengosongan uang di rekening besar-besaran.

Seperti diketahui, pemerintah Yunani harus meminta dana talangan dari Uni Eropa sebesar €86 miliar atau Rp1.260 triliun yang dialokasikan ke rekapitalisasi perbankan, pembayaran utang, dan penciptaan lapangan kerja.

Tentu dana talangan itu disertai dengan serangkaian persyaratan ketat, seperti kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) yang membuat pajak makanan dan restoran menjadi 23%, pajak energi dan air menjadi 13%, dan pajak obat serta buku menjadi 6%.

Hak atas foto epa
Image caption Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dirinya akan menyambut negosiasi mengenai penurunan tingkat bunga dan perpanjangan jatuh tempo, namun tidak akan menghapus utang Yunani.

Restrukturisasi utang

Saat ini, utang Yunani telah mencapai €320 miliar atau setara dengan Rp4.690 triliun. Untuk membayarnya, Yunani bergantung pada dana talangan dari Uni Eropa yang telah mencapai €240 miliar.

Baik pemerintah Yunani dan Dana Moneter Internasional (IMF) berkeras bahwa utang Yunani ‘sangat tidak bisa ditopang’ dan langkah penghapusan utang diperlukan.

Namun, sebagai kreditur terbesar Yunani, Jerman menepis usulan itu.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi ARD, Merkel mengatakan dirinya akan menyambut negosiasi mengenai penurunan tingkat bunga dan perpanjangan jatuh tempo. Namun, penghapusan utang, tidak akan dilakukan.

Berita terkait