Australia 'semakin yakin' puing di pulau Reunion berasal dari MH370

Puing Reunion

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar,

Upaya pencarian akan diteruskan di "tempat yang tepat".

Puing yang ditemukan di Pulau Reunion di Samudra Hindia "sangat mungkin" berasal dari pesawat MH370 yang hilang, kata pejabat tinggi Australia kepada BBC.

Martin Dolan yang memimpin upaya pencarian dari Australia juga mengatakan operasi pencarian akan diteruskan "di tempat yang tepat" di bagian selatan samudra tersebut.

Puing, yang diduga bagian dari sayap itu, sudah diterbangkan ke Prancis untuk dianalisa.

Terdapat 239 penumpang di dalam pesawat itu ketika hilang.

Puing itu terdampar di pulau Reunion, sekitar 4.000 km dari daerah yang diduga menjadi tempat hilangnya MH370.

Dolan yang merupakan kepala Biro Keamanan Transportasi Australia mengatakan kepada BBC bahwa ia "amat yakin puing itu terkait dengan pesawat Boeing 777".

Keterangan gambar,

Simulasi hanyutan yang dibuat oleh tim penyelidik MH370.

Ahli penerbangan yang meneliti dari fotonya mengatakan puing itu mirip dengan flaperon -bagian permukaan sayap yang bisa digerakkan- dari Boeing 777.

"Tak ada kasus yang pernah tercatat sebongkah flaperon hilang dari Boeing 777," kata Dolan.

Namun Dolan juga mengatakan penemuan ini tidak akan membantu menentukan dimana pesawat itu jatuh.

"Dalam 16 atau 17 bulan terakhir, puing yang mengambang akan menyebar dengan jelas di Samudra Hindia," katanya kepada kantor berita AFP.

Dipandu sinyal dari pesawat yang dideteksi satelit, pihak berwenang percaya bahwa pesawat itu jatuh di sebelah selatan Samudra Hindia.

Sebelumnya, pejabat Australia dan PM Malaysia Najib Razak mengatakan lokasi puing itu konsisten dengan analisa hanyutan yang dibuat oleh tim penyelidik.

Media Prancis mengutip pejabat berwenang mengatakan puing itu akan diperiksa para ahli pekan depan.