Kerusuhan di Nepal, tujuh polisi tewas

Etnik Tharu Nepal Hak atas foto AFP
Image caption Kelompok etnik Tharu Nepal menginginkan provinsi untuk mereka sendiri.

Nepal mengerahkan militer mereka ke kawasan selatan negera itu setelah setidaknya delapan orang -dilaporkan tujuh orang polisi dan seorang anak- tewas pada bentrokan politik.

Kekerasan itu pecah sesudah anggota kelompok etnik Tharu -yang meminta hak lebih besar berdasarkan konstitusi baru- melanggar jam malam dan bentrok dengan pasukan keamanan.

Kantor berita AFP melaporkan kekerasan terjadi ketika polisi berusaha mencegah demonstran memasuki daerah terlarang dan merusak kantor pemerintah di kota Tikapur, 420 kilometer sebelah barat Kathmandu.

Menteri Dalam Negeri Nepal Bam Dev Gautam mengatakan kepada parlemen, "Tiba-tiba para demonstran ini mengurung polisi dan menyerang mereka dengan menggunakan pisau, kapak, sabit dan tombak," katanya.

Seorang anggota kepolisian juga dikabarkan dibakar hidup-hidup oleh para demonstran.

Tidak diketahui apakah ada pihak demonstran etnik Tharu yang tewas.

Protes ini sudah belangsung beberapa hari terkait rencana Nepal untuk mengubah konstitusi mereka dengan tujuan merestrukturisasi Nepal menjadi negara federal yang terdiri dari tujuh provinsi dan menarik batas di daerah yang terpecah karena perang saudara.

Namun kelompok etnik pinggiran -semisal etnik Tharu- memprotes rencana itu.

Berita terkait