Rencana aksi Uni Eropa soal pengungsi dipertanyakan

Angela Merkel Hak atas foto AFP
Image caption Angela Merkel bicara kepada wartawan dalam KTT di Wina, Austria.

Negara kawasan Balkan, Serbia dan Masedonia, meminta Uni Eropa (EU) membuat rencana aksi untuk mengatasi arus pengungsi menuju Eropa yang melewati wilayah mereka.

Ini mereka sampaikan dalam KTT yang diselenggarakan di Wina, Austria mengenai pengungsi ini.

Dalam catatan, 107.500 orang pengungsi melintas batas Eropa bulan lalu, dan polisi menghitung 3.000 dari mereka melintas lewat Serbia Rabu (26/08).

Austria juga mengeluhkan EU tak memberi perhatian jalan masuk lewat kawasan Balkan ini.

Di sisi lain, Jerman meminta agar negara-negara Eropa berbagi beban.

Hak atas foto epa
Image caption Kondisi penampungan sementara di Beograd, Serbia, sebelum menyebrang ke Hongaria.

Para pengungsi terus memasuki Eropa melalui jalur Laut Tengah, dan terakhir ditemukan sekitar 50 orang tewas di dalam kapal di lepas pantai Libia yang membawa mereka.

Namun kini pengungsi beralih ke wilayah Balkan, terutama dari Suriah, Irak dan Afghanistan yang pada umumnya menuju Eropa bagian barat, khususnya Jerman.

Polisi di Hongaria membangun pagar dan menembakkan gas air mata untuk menghalangi mereka masuk melalui perbatasan Serbia.

EU menyatakan akan menganggarkan 1,5 juta euro untuk membantu Masedonia dan Serbia tetapi Menlu Serbia, Ivica Dacic, mengatakan uang tak akan menyelesaikan masalah dan meminta EU memasukkan mereka dalam rencana pencegahan.

Awal bulan ini, Jerman mengatakan bersiap didatangi oleh 800.000 pencari suaka di negara mereka -jauh lebih besar ketimbang negara anggota EU lain.

Mereka menyatakan akan memberi akomodasi dan memperlakukan mereka secara adil.

Mayat dalam truk

Hak atas foto epa
Image caption Sementara KTT berlangsung di Wina, di bagian lain Austria ditemukan mayat pengungsi di dalam truk.

Sementara itu pihak berwenang Austria menyatakan mereka menemukan mayat pengungsi didalam sebuah truk yang diabaikan di pinggir jalan bebas hambatan Kamis (27/08).

Sekurangnya terdapat 20 mayat di dalam truk tersebut, sekalipun polisi menyatakan angka kematian mungkin saja mencapai 50 sesudah ada penyelidikan lebih lanjut.

Kanselir Austria Walter Faymann mengatakan bahwa tragedi ini memperlihatkan lagi, "betapa pentingnya meyelamatkan hidup dan memerangi para penjahat dan penyelundup manusia."

Kepala polisi wilayah Burgenland, Hans Peter Doskozil, mengatakan patroli jalan bebas hambatan dikabari mengenai truk berplat nomor Hongaria yang didiamkan saja di tepi jalan.

Mayat-mayat itu diketahui sudah berada di sana beberapa saat dan sebagian mulai membusuk.

Kepolisian Austria kini bekerjasama dengan kepolisian Hongaria untuk menyelidiki tragedi ini.

Berita terkait