Pemberian maaf Sisi untuk semua wartawan, kata Amal Clooney

fahmy

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar,

Wartawan al-Jazeera, Mohammed Fahmy, yang dituduh menyebarkan berita tidak benar dan pengacara Amal Clooney.

Pemberian maaf dari Presiden Mesir, Abdul Fattah al-Sisi, terhadap tiga wartawan al-Jazeera akan menentukan jalannya proses hukum, kata pengacaranya Amal Clooney.

Beberapa bulan lalu, Presiden Sisi sempat mengatakan kepada media Mesir, "Saya berharap mereka dideportasi segera setelah ditangkap, bukannya diajukan ke pengadilan."

Dia juga mengatakan tentang kemungkinan pemberian maaf begitu "sidang pengadilan berakhir".

Clooney menegaskan Presiden sempat campur tangan di masa lalu dan dapat kembali melakukan hal yang sama.

Tak hanya bagi wartawan asing

"Terjadi jeda dalam proses hukum ketika Peter Greste dideportasi dan hal itu dipandang cukup bagi pihak eksekutif untuk campur tangan," katanya kepada wartawan BBC, Lyse Doucet.

"Memaafkan akan berarti pembalikan hukuman dan hal itu akan berlaku untuk semua wartawan bukan hanya untuk (wartawan) asing," tambahnya.

Hukum deportasi yang diterapkan tahun lalu oleh pemerintahan Sisi akan memungkinkan Mohamed Fahmy meninggalkan Mesir dengan menggunakan paspor Kanada, sama seperti saat wartawan al-Jazeera yang sama-sama dituduh, Peter Greste, dipulangkan ke Australia pada bulan Februari.

Vonis Hakim Hassan Farid kembali memenjarakan tiga wartawan al-Jazeera disambut dengan keterkejutan dan tangis istri Fahmy pada hari Sabtu (29 Agustus).

Fahmy, warga Kanada kelahiran Mesir, dan dua rekannya dihukum, di antaranya, karena menyiarkan "berita tidak benar" dan bekerja dari hotel tanpa izin.