Setelah dibebaskan rezim militer, wartawan Thailand mundur

Pravit Rojanaphruk Hak atas foto AFP
Image caption Pravit Rojanaphruk mundur untuk mencegah tekanan lebih lanjut atas The Nation.

Seorang wartawan yang terkenal kritis terhadap pemerintahan militer Thailand mundur dari surat kabar tempatnya bekerja, hanya sehari setelah dibebaskan dari tahanan.

Pravit Rojanaphruk ditahan Minggu (13/09) lalu untuk menjalani program yang disebut militer sebagai 'penyesuaian sikap'.

Dia mengatakan mundur dari The Nation untuk mencegah tekanan lebih lanjut dari pihak berwenang atas surat kabar yang berperngaruh itu.

Selain menulis di korannya yang berisi pandangan kritis terhadap rezim militer -yang melakukan kudeta pada Mei 2014 atas pemerintah sipil hasil pemilu- Pravit juga sering menggunakan Twitter untuk mengungkapkan pandangannya.

Dilaporkan bahwa dia dibebaskan setelah menandatangani kesepakatan untuk tidak berpartisipasi dalam kegiatan yang menentang pemerintah militer di bawah Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban, NCPO.

Hak atas foto AFP
Image caption PM Prayut Chan-O-Cha menegaskan tidak akan ada lagi perundingan lebih lanjut dengan Pravit.

NCPO juga menunda laporan polisi terhadap dirinya, yang akan dihidupkan kembali jika dia kembali melanggar instruksi.

"Jika dia mengulangi kembali, dia akan diadili. Tidak akan ada lagi perundingan lebih lanjut," jelas Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha.

Pensiunan jenderal tersebut menambahkan bahwa orang-orang yang dipanggil untuk 'penyesuaian sikap' harus mematuhi kesepakatan untuk memberikan informasi pribadi kepada NCPO, anara lain jika melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sejumlah politisi, wartawan, dan warga sudah diminta untuk mengikuti program 'penyesuaian sikap' sejak kudeta Mei tahun lalu.

Berita terkait