Jurnalis AS bersalah karena bantu peretas

Hak atas foto Reuters
Image caption Matthew Keys pindah kerja ke Reuters sebagai editor media sosial, namun dipecat setelah didakwa pada 2012.

Seorang wartawan Amerika dinyatakan bersalah karena telah membantu kelompok hacker aktivis Anonymous mengacau tampilan situs Los Angeles Times.

Jaksa mengatakan Matthew Keys, 28 tahun, memberikan password pada grup peretas itu untuk mengakses sistem milik Tribune Co, perusahaan induk surat kabar Los Angeles Times.

Jaksa mengatakan Keys menggunakan saluran chatting online untuk membantu para hacktivist.

Hukuman akan berlangsung pada bulan Januari, tetapi ia diperkirakan tidak akan menerima hukuman maksimum yaitu 25 tahun penjara.

Seorang juru bicara Departemen Kehakiman AS mengatakan kepada Reuters, kemungkinan hukumannya akan kurang dari lima tahun.

Pengacara Keys mengatakan ia berencana untuk mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Keys didakwa dengan konspirasi untuk merusak komputer yang dilindungi, penyebaran kode berbahaya, dan usaha penyebaran kode berbahaya. Dia dinyatakan bersalah pada ketiga dakwaan.

Dokumen pengadilan mengatakan insiden terjadi pada bulan Desember 2010, tak lama setelah Keys kehilangan pekerjaannya di stasiun TV Fox 40 KTXL yang berbasis di California, juga dimiliki oleh Tribune Co.

Keys pindah kerja ke Reuters sebagai editor media sosial, namun dipecat setelah ia didakwa pada tahun 2012.

'Rekayasa Chippy 1337'

Jaksa mengatakan tindakan Keys 'adalah "balas dendam anonim".

Dengan nama samaran online AESCracked, Keys disebut telah berbagi rincian log-in untuk sistem manajemen konten LA Times - CMS - perangkat lunak yang dipakai untuk memasukkan konten, seperti artikel atau gambar, yang akan dipublikasikan di situs web.

Dengan informasi ini, anggota Anonymous tak dikenal yang menggunakan nama "Sharpie" dikatakan telah menyunting berita di situs LA Times.

Salah satu kepala berita diubah menjadi: "Tekanan bertambah di dalam Partai untuk memilih CHIPPY 1337".

Hak atas foto GETTY IMAGES
Image caption Setidaknya selama satu jam pembaca situs LA Times bisa melihat tampilan yang kacau.

Dalam artikel itu, paragraf pembuka juga diubah untuk menyertakan kalimat "Partai Demokrat yang enggan disuruh TERIMA SAJA".

Perusakan itu bisa terbaca di situs LA Times, selama sekitar satu jam, kata penuntut.

Tribune Co mengatakan butuh biaya setidaknya $5000 (Rp69 juta) untuk memperbaiki dan menyelidiki insiden yang, seperti dikatakan situs web teknologi Motherboard, adalah jumlah minimum untuk mendasarkan tuntutan pada Undang-Undang Penipuan dan Penyalahgunaan Komputer.

Seorang juru bicara untuk Tribune Co, Gary Weitman, mengatakan, "Kami sangat senang karena sistem peradilan menjalankan fungsinya. Kami akan membiarkan putusan hari ini yang berbicara sendiri."

Situs media menjadi target

Anonymous, kelompok yang sebagian besar beranggotakan hacker tingkat rendah, sering menjadikan situs media besar dan profil media sosial sebagai sasaran.

Satu kelompok pecahannya, Lulzsec, mengaku bertanggung jawab atas pengiriman cerita ke situs web The Sun yang menyatakan bahwa pemiliknya, Rupert Murdoch, telah bunuh diri.

Dalam contoh lain, di situs siaran AS PBS, mereka memasang sebuah artikel yang mengatakan rapper Tupac Shakur, yang ditembak dan dibunuh pada tahun 1996, ternyata masih hidup dan tinggal di Selandia Baru.

Anggota kunci dari Lulzsec ditangkap setelah seorang peretas yang kini menjadi informan Hector Xavier Monsegur - dikenal sebagai Sabu - membantu polisi menemukan identitas sebenarnya di balik para hacker iseng itu.

Karena itu, hukuman Monsegur dikurangi menjadi satu tahun di bawah pengawasan.

Berita terkait