Lima warga Israel ditikam dalam satu hari

Jerusalem Hak atas foto AFP
Image caption Penikam tentara Israel di dalam bus di Jerusalem ditembak mati aparat keamanan.

Gelombang kekerasan antara Israel dan Palestina terus berlanjut dengan lima warga Israel ditikam di Jerusalem, Senin 12 Oktober.

Dalam salah satu serangan, seorang tentara Israel cedera setelah ditikam di dalam bus sebelum penyerangnya -yang sempat berupaya merebut senjata dari korban- ditembak oleh aparat keamanan.

Polisi mengatakan penyerangnya orang Arab namun tidak menjelaskan lebih rinci apakah warga Palestina atau bukan.

Sebelumnya dua anak muda Israel yang ditikam di dekat sebuah kawasan pemukiman di Jerusalem Timur dan salah seorang korban, yang berusia 13 tahun, berada dalam kondisi kritis.

Penyerang keduanya, menurut juru bicara kepolisian, adalah warga Palestina berusia 13 dan 17 tahun yang berasal dari Beit Hanina.

Hak atas foto AFP
Image caption Warga Palestina merusak pagar di perbatasan Jalur Gaza.

Di tempat terpisah dua orang polisi cedera karena ditikam.

Kekerasan yang marak sejak pertengahan September ini sudah menewaskan empat warga Israel dan Palestina -termasuk beberapa pelaku penyerangan.

Pada akhir pekan lalu, Sabtu (10/10), bentrokan antara warga Palestina dan tentara Israel serta serangan udara atas Jalur Gaza menewaskan beberapa orang.

Militer Israel mengatakan serangan udara itu untuk membalas tembakan roket dari Gaza ke Israel.

Ketegangan meningkat di kawasan ini sejak pertengahan September, yang dipicu oleh sengketa atas kompleks Haram al Sharif, yang dianggap suci oleh umat Yahudi dan Islam di Jerusalem Timur.

Berita terkait