Pria Israel diduga ke Suriah dengan paralayang

Israel Hak atas foto EPA
Image caption Kabar mengenai pria Israel yang terbang menuju Suriah memicu pemeriksaan keamanan yang ketat.

Israel menyebutkan seorang pria Arab berkewarganegaraan Israel sengaja terbang dengan paralayang menuju Suriah, di tengah laporan tentang operasi udara Israel sepanjang malam.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanjahu mengancam akan mencabut kewarganegaraan orang itu, jika benar dugaan bahwa orang itu berupaya bergabung dengan sebuah kelompok pemberontak Suriah.

Para saksi melaporkan aktivitas intensif di kawasan perbatasan, antara lain dilepaskannya suar penerang dari pesawat-pesawat Israel.

Israel secara resmi bersikap netral dalam perang saudara di Suriah.

Warga Israel dilarang bepergian ke Suriah, namun segelintir warga Arab Israel diketahui telah berangkat untuk berperang di Suriah.

Militer Israel meyakini, penerbang paralayang ke Suriah Sabtu (24/10) malam berasal dari Jaljulia, sebuah kota yang warganya mayoritas etnis Arab di kawasan barat laut Tel Aviv.

Militer Israel menyatakan, mereka tak berhasil menemukan orang itu kendati sudah dilakukan pencarian intensif di kawasan ia mendarat dekat Dataran Tinggi Golan –wilayah Suriah yang dicaplok Israel tahun 1981– yang tak diakui secara Internasional.

Kantor berita Reuters mengutip sebuah kelompok pemberontak -yang beroperasi di kawasan itu- mengatakan, penerbang paralayang itu sudah mendarat di salah satu dari provinsi Quneitra yang mencakup Golan, atau provinsi tetangganya, Deraa.

Media Ynetnews Israel melaporkan, lelaki itu telah dijemput oleh seseorang segera seteah mendarat di wilayah Suriah.

‘Pasukan musuh’

Dinas intelejen Israel terus melakukan pencarian.

Seorang menteri dari Partai Likud, Ofir Akunis, dikutip mengatakan kepada wartawana bahwa orang itu telah "melintasi perbatasan dengan Suriah … untuk bergabung dengan pasukan ISIS."

"Siapapun yang bergabung dengan tentara musuh untuk memerangi Israel akan kehilangan kewargaan Israel," kata PM Netanyahu di awal rapat kabinet, Sabtu.

Sempat muncul kekhawatiran bahwa penerbang paralayang itu kemungkinan tertiup angin secara tak sengaja ke Suriah dan disandera.

Namun militer Israel, IDF menyebutkan, ia terbang melawan angin, menyiratkan bahwa terbang layangnya dilakukan sengaja ke arah Suriah.

"Pemantauan IDF mengidentifikasi adanya paralayang terbang memasuki Suriah," militer Israel mencuit di twitter mereka.

"Penyelidikan awal mengisyaratkan, seorang Arab Israel melintas batas secara sengaja."

Berita terkait