Israel dan Yordania sepakati upaya damai di situs suci Yerusalem

Yerusalem Hak atas foto Reuters
Image caption Ketegangan terjadi di sekitar situs suci Yerusalem.

Israel dan Yordania menyepakati upaya untuk menurunkan ketegangan di sekitar situs suci di Yerusalem, seperti disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Persoalan yang berkaitan dengan komplek tempat suci itu menjadi perhatian setelah terjadi peristiwa kekerasan antara warga Israel dan Palestina.

Kerry menyampaikan keterangan kepada wartawan di Yordania setelah melakukan pembahasan tentang kondisi di Yerusalem, yang memiliki tempat suci bagi umat Yahudi yang disebut Temple Mount atau Bukit Kenisah dan situs suci umat Islam yang disebut Haram al-Sharif.

Kerry mengatakan Israel kembali berjanji untuk menjalankan peraturan yang telah berlaku untuk situs suci tersebut.

Kerry, yang tengah melakukan kunjungan di kawasan itu, bertemu dengan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas dan Raja Abdullah dari Yordania di Amman pada Sabtu (24/10).

"Seluruh kekerasan dan hasutan untuk melakukan kekerasan harus dihentikan. Para pemimpin harus bisa memimpin," jelas Kerry kepada wartawan.

Langkah-langkah yang dia umumkan termasuk memasang video pemantau yang merekam aktivitas sepanjang hari dan kesepakatan Israel untuk menegaskan kembali peran sejarah Yordania sebagai penjaga komplek religius.

"Ada beberapa masalah yang serius, keamanan dan lainnya, antara warga Israel dan Palestina yang harus ditangani tetapi kami telah sepakat ini merupakan sebuah langkah pertama untuk menciptakan ruang yang dapat mengijinkan kita untuk melanjutkan langkah-langkah itu dan dialog," jelas Kerry.

Dalam peristiwa kekerasan yang terakhir, sedikitnya delapan warga Israel tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan senjata tajam pisau dan pistol oleh warga Palestina, menyusul rumor yang menyebutkan Israel berencana untuk mengubah peraturan - yang kemudian dibantah oleh Israel.

Sekitar 50 warga Palestina, termasuk sejumlah penyerang, tewas dalam beberapa pekan terakhir.

Berita terkait