Pesawat Rusia jatuh di Mesir

Sinai

Sebuah pesawat Rusia yang mengangkut lebih dari 200 orang jatuh di Sinai tengah, demikian pernyataan dari kantor resmi perdana menteri Mesir.

Airbus A-321 baru saja lepas landas dari resor Sharm el-Sheikh di Laut Merah menuju St Petersburg, Rusia.

Ada beberapa laporan yang bertentangan tentang nasib pesawat tersebut, termasuk dugaan pesawat hilang di atas Siprus.

Sebagian besar penumpang adalah turis Rusia.

Pesawat tersebut dioperasikan oleh maskapai Rusia, Kogalymavia. Laporan terakhir menyatakan pesawat tersebut mengangkut 217 penumpang dan tujuh kru.

Awalnya, terdapat laporan yang bertentangan tentang nasib pesawat tersebut, beberapa menyatakan pesawat itu hilang di Cyprus.

Namun kantor Perdana Menteri Mesir Sharif Ismail memastikan dalam sebuah pernyataan bahwa "sebuah pesawat sipil Rusia... jatuh di Sinai".

Pernyataan itu menambahkan PM Ismail telah membentuk komite krisis untuk menangani kecelakaan tersebut.

Pihak otoritas penerbangan Rusia Rosaviatsiya mengeluarkan pernyataan bahwa penerbangan 7K 9268 meninggalkan Sharm el-Sheikh pada pukul 06.51 waktu Moskow (03:51 GMT) dan sekiranya akan tiba di bandara Pulkovo, St Petersburg pukul 12.10.

Pihak berwenang menambahkan bahwa pesawat itu gagal memenuhi jadwal untuk menghubungi pengendali lalu lintas udara di Siprus 23 menit sesudah lepas landas, lalu menghilang dari radar.

Sebuah pusat pertolongan untuk membantu keluarga penumpang telah dibentuk di bandara Pulkovo, kata pejabat kota St Petersburg, seperti dikutip oleh kantor berita Tass.

Berita terkait