ISIS mengaku sebagai pelaku serangan Paris

Polisi Prancis Hak atas foto EPA
Image caption Ribuan personel keamanan dikerahkan di ibu kota Prancis dan kota-kota lain di negara itu.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas serangkaian serangan pengeboman dan penembakan di Paris yang menewaskan 128 orang.

Dalam pernyataannya, ISIS mengatakan telah menerjunkan orang-orang yang disebut sebagai pelaku jihad. Disebutkan mereka mengenakan sabuk bom bunuh diri dan membawa senapan mesin untuk melancarkan serangkaian serangan hampir serentak di sejumlah lokasi di ibu kota Prancis, Paris pada Jumat malam (13/11).

Lebih lanjut ISIS mengatakan Prancis dan pihak-pihak sekutunya tetap menjadi sasaran ISIS.

Adapun alasan-alasan mengapa Prancis menjadi target meliputi "karena telah berani menghina nabi kami, karena telah berbangga diri memerangi Islam di Prancis dan karena menyerang Muslim di khilafah dengan pesawat-pesawatnya."

Paspor asing

Hak atas foto Getty
Image caption Karangan bunga diletakkan di dekat salah satu lokasi serangan di Prancis.

Sementara itu kepolisian Prancis terus melakukan penyelidikan. Menurut kepolisian, salah seorang pelaku berhasil diidentifikasi melalui sidik jarinya. Dikatakan oleh polisi, orang itu adalah warga negara Prancis yang sudah diawasi aparat keamanan.

Aparat keamanan menemukan paspor Mesir dan paspor Suriah terkait dengan dua pelaku di Stade de France, stadion nasional yang terletak di Paris bagian utara, lapor surat kabar Prancis, La Liberation.

Sebelumnya Presiden Prancis Francois Hollande menyebut serangkaian serangan simultan itu merupakan sebuah " aksi perang" yang dilakukan oleh delapan orang bersenjata dan pengebom bunuh diri.

Berita terkait