Serangan Paris 'direncanakan dari Suriah'

paris Hak atas foto AFP Getty
Image caption Prancis melakukan satu menit mengheningkan cipta untuk menghormati para korban.

Sejumlah serangan yang menewaskan 129 orang pada hari Jumat (13/11) oleh milisi Islamis di Paris diatur dari Suriah, kata Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls.

Dia menambahkan pemerintah meyakini ada serangan teror baru direncanakan di Prancis dan negara-negara Eropa lainnya.

Sementara itu dua orang penyerang lainnya telah diumumkan namanya disamping lima orang yang telah diidentifikasi, dan salah seorang dipastikan masuk Yunani bersama-sama para migran permulaan tahun ini.

Hak atas foto Reuters
Image caption Perburuan besar-besaran dilakukan terhadap penyerang dan pendukungnya, seperti yang dilakukan Belgia.

Seratus dua puluh sembilan orang tewas dan ratusan lainnya cedera dalam serangkaian serangan terhadap bar dan rumah makan, ruang konser, serta stadion sepak bola Stade de France.

Prancis melakukan satu menit mengheningkan cipta pada tengah hari, Senin 16 November, untuk menghormati para korban.

Operasi perburuan

Perburuan besar-besaran sedang dilakukan terhadap penyerang dan pendukungnya yang masih bebas.

Mereka adalah anggota kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, yang mengaku melakukan serangan.

Polisi telah menyebutkan nama Salah Abdeslam, 26 tahun, kelahiran Brussels, Belgia sebagai 'pelaku', yang dilaporkan sempat dihentikan polisi menjelang serangan tetapi kemudian dibebaskan.

Sementara itu pesawat Prancis melancarkan serangan udara ke Raqqa, wilayah kekuasaan ISIS di Suriah, yang mengaku melakukan serangan Paris.

Vals mengatakan Prancis menghadapi 'angkatan bersenjata teroris', bukan hanya satu kelompok teroris tunggal.

"Kami menyadari operasi dipersiapkan dan masih dipersiapkan, bukan hanya terhadap Prancis tetapi negara-negara Eropa lainnya," tambahnya.

Berita terkait