Pasukan khusus akhiri penyanderaan di Mali

Sandera Mali Hak atas foto AP
Image caption Pasukan khusus Mali menolong sandera yang dibebaskan dari hotel Radisson Blu.

Pihak berwenang Mali mengatakan 'sudah tak ada lagi sandera' yang ditahan oleh sekelompok pria bersenjata yang menyerbu hotel Radisson Blu di ibukota Bamako.

Pasukan khusus Mali sudah menyerbu Hotel Radisson Blu di ibukota Mali itu, yang diserang sekelompok pria bersenjata, Jumat 20 November.

Pasukan diberitakan naik ke lantai tujuh dimana pada penyerang itu tersudut dan setidaknya tiga orang tewas dalam serangan ini.

Hotel tersebut sering digunakan warga asing maupun awak maskapai penerbangan dan para penyerang dilaporkan memekik 'Allahu Akbar!' sambil melepas tembakan.

Salah seorang yang tewas dalam penyerangan itu adalah Geoffrey Dieudonne, anggota parlemen Belgia dari wilayah Wallonia.

Hak atas foto epa
Image caption Seorang sandera yang terluka digendong oleh anggota pasukan keamanan.

Belum ada rincian mengenai keadaan para sandera. Laporan-laporan awal menyebutkan sekitar 140 sampai 170 orang sempat disandera.

Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita, lewat akun Twitter menyatakan terimakasihnya kepada pasukan keamanan dan negara-negara sahabat yang memberi bantuan menghadapi serangan bersenjata ini.

Pasukan khusus Amerika telah membantu operasi pembebasan sandera ini, demikian juga pasukan khusus Prancis ikut dikerahkan ke lokasi penyanderaan.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Pasukan penjaga perdamaian PBB di kawasan itu mengatakan mendukung operasi pasukan khusus Mali yang menyerbu lantai demi lantai untuk membebaskan sandera.

Presiden Prancis, Francois Hollande, menanggapi serangan di negara bekas koloni Prancis ini dengan mengatakan: "Kita sekarang seharusnya berdiri tegak dan memperlihatkan solidaritas kita dengan negara sahabat Mali."

Sebelumnya, pada bulan Agustus, serangan yang diduga dilakukan kelompok militan Islam menewaskan 13 orang -termasuk lima pekerja PBB- di sebuah hotel di kota lain Mali, Sevare.

Berita terkait