Pesawat Rusia ditembak jatuh Turki: Marinir Rusia tewas

Image caption Presiden Vladimir Putin mengatakan pesawat Su-24 itu ditembak pada ketinggian 6.000 meter dengan rudal udara ke udara oleh pesawat tempur F-16 Turki, sekitar 1km dari perbatasan Turki.

Seorang anggota marinir Rusia tewas dalam misi menyelamatkan awak pesawat tempur yang ditembak jatuh Turki dekat perbatasan Suriah.

Pihak militer Rusia mengatakan anggota marinir tersebut merupakan bagian dari tim yang diutus menggunakan dua helikopter Mi-8. Namun, mereka justru diserang oleh para pemberontak di bagian utara Suriah.

“Saat operasi berlangsung, salah satu helikopter ditembaki. Helikopter itu rusak dan mendarat darurat di wilayah netral. Namun, salah seorang anggota infanteri angkatan laut tewas,” kata Letnan Jenderal Sergey Rudskoy, pejabat militer Rusia.

Rudskoy menambahkan, helikopter yang rusak terimbas tembakan mortir. Segera setelah kejadian itu, tim tersebut bertolak ke pangkalan udara Humaymim dekat Latakia, Suriah.

Kubu pemberontak Suriah mengklaim telah meledakkan helikopter Rusia tersebut dengan rudal anti-tank. Rekaman kejadian itu dirilis kemudian.

Adapun nasib awak pesawat tempur Rusia belum diketahui. Kubu pemberontak dilaporkan menembak salah satu dari dua awak ketika mereka melontarkan diri dari pesawat yang jatuh.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kubu pemberontak menunjukkan benda yang mirip dengan bagian parasut di Desa Yamadi, bagian utara Suriah.

Mengecam keras

Sebelumnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengecam keras penembakan atas pesawat Rusia hingga jatuh di perbatasan Turki-Suriah.

Dia menggambarkan penembakan itu sebagai 'tikaman dari belakang' yang dilakukan oleh 'kaki tangan teroris'.

Menurutnya, pesawat Su-24 itu ditembak pada ketinggian 6.000 meter dengan rudal udara ke udara oleh pesawat tempur F-16 Turki, sekitar 1km dari perbatasan Turki.

Turki menegaskan pesawat tempur mereka menembak pesawat Rusia itu setelah mendapat peringatan melanggar ruang udara Turki.

“Semua pihak harus menghormati hak Turki melindungi perbatasannya,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Pernyataan Erdogan disokong Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jenderal Jens Stoltenberg.

“Kami berdiri dengan solidaritas bersama Turki serta mendukung integritas wilayah sekutu NATO kami, Turki,” kata Stoltenberg.

Sejauh ini, Moskow membantah pesawatnya pernah memasuki wilayah Turki.

Berita terkait