Hubungan Turki-Rusia: Meski tidak perang, tapi ada konsekuensi

Wisata Turki
Image caption Turki saat ini menjadi tujuan berlibur utama bagi para wisatawan Rusia.

Kendati Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menekankan bahwa negaranya tidak berniat berperang dengan Turki, Presiden Vladimir Putin mengatakan ada 'konsekuensi-konsekuensi serius' setelah Turki menembak jatuh sebuah pesawat tempur Rusia di perbatasan Suriah.

Salah satu konsekuensi itu terletak di bidang perdagangan. Rusia telah memperingatkan bakal ada sanksi ekonomi yang berat terhadap Turki.

Sejumlah ahli mengatakan sanksi tersebut akan sangat dirasakan oleh Ankara, namun Kremlin tidak akan dirugikan. Pasalnya, Rusia adalah mitra perdagangan asing kedua yang paling penting bagi Turki setelah Jerman.

Sektor yang bakal terkena dampak paling buruk dalam hubungan ekonomi Rusia dan Turki, antara lain pariwisata, energi, dan konstruksi.

Image caption Data yang dikeluarkan oleh dinas pariwisata Rusia menunjukkan jumlah wisatawan yang mengunjungi Turki dan Mesir.

Wisata

Turki merupakan tujuan wisata paling populer bagi para wisatawan Rusia. Sekitar 3,2 juta turis Rusia menghabiskan liburan di Turki tahun lalu, menurut Dinas Pariwisata Rusia. Sebagai perbandingan, 2,5 juta sisanya pergi berlibur ke Mesir.

Sampai tahun lalu, Turki masih menjadi tempat berlibur utama untuk sekelompok besar wisatawan Rusia. Namun jumlah itu di bawah wisatawan Jerman akibat kejatuhan mata uang rubel.

Arus wisata ke Turki kembali naik setelah Rusia melarang penerbangan ke Mesir menyusul kecelakaan pesawat di Sinai pada 31 Oktober. Namun, bukan tidak mungkin peristiwa ditembaknya pesawat Rusia SU-24 oleh Turki menyebabkan tren ini mandek.

Image caption Turki membeli 57% gas dari Russia.

Gas

Turki membeli 57% gas dari Rusia pada tahun 2013 dan menjadi konsumen gas terbesar kedua pada tahun lalu setelah Jerman. Jerman mengimpor 36 miliar meter kubik (bcm) dan Turki mengimpor sebanyak 27,3bcm.

Turki mendapat pasokan gas dari Russia melalui dua rute - pipa Blue Stream yang menyeberangi Laut Hitam serta koridor transportasi gas melalui Rumania, Ukraina dan Moldova.

Rencana untuk "Turki Stream" yang mengangkut gas sebanyak 63bcm dari Rusia melalui Turki dan menuju ke Eropa - melewati Ukraina - telah terhenti sejak diumumkan oleh presiden Rusia dan Turki paa Desember 2014.

Image caption Foto yang diambil tahun 2011 menunjukkan lembah Akkuyu, yang terletak di provinsi Mersin selatan, tempat pabrik nuklir pertama Turki dibangun.

Energi atom

Turki harus mengimpor hampir semua energi yang mereka pakai.

Pada tahun 2012, Moskow dan Ankara menyepakati pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Turki, yaitu Akkuyu. Pembangkit ini dirancang untuk menghemat impor energi Turki sekitar US$14 miliar per tahun.

Pembangkit listrik tenaga nuklir saat ini sedang dibangun di Provinsi Mersin di pesisir Laut Mediterania. Rusia sendiri ikut menginvestasikan dana sebesar US$3 miliar dalam proyek tersebut.

Pada bulan Oktober, pihak berwenang Turki mengatakan kegiatan militer Rusia di Suriah bisa mengancam keterlibatan negara itu dalam proyek yang akan datang.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Oktober: "Jika Rusia tidak membangun Akkuyu, orang lain akan datang dan membangunnya."

Image caption Grafik ini memuat kerjasama perdagangan antara Turki dan Russia.

Konstruksi dan pakaian

Ada sekitar 100 perusahaan konstruksi Turki yang bekerja di Rusia.

Sejumlah perusahaan Turki telah membangun lebih dari 800 proyek di Rusia sejak akhir 1980-an, menurut data resmi Rusia.

Para investor Turki juga memiliki saham di sejumlah merek yang dijual di pasar Rusia, seperti sepatu Tevolina dan merek pakaian Gloria Jeans, serta sejumlah industri makanan dan kimia.

Pada Rabu (25/11) kantor berita Rusia RIA Novosti mengutip Gennadiy Onishchenko, seorang asisten perdana menteri Rusia, yang mengatakan bahwa orang-orang yang membeli barang-barang buatan Turki dibiayai oleh para prajurit Turki.

"Semua orang memahami bahwa setiap tomat Turki yang dibeli merupakan sumbangan rudal yang dipakai untuk menembaki orang-orang kami," katanya.

Berita terkait