Skandal Petrobras: Miliuner dan politikus top Brasil ditahan

Hak atas foto .
Image caption Andre Esteves, orang terkaya ke-13 Brasil dengan perkiraan nilai kekayaan mencapai US$2,5 miliar atau sekitar Rp34,1 triliun, ditahan di Rio de Janeiro.

Kepala koalisi berkuasa di majelis tinggi parlemen Brasil dan salah seorang pebisnis terkaya negara itu ditahan dalam bagian penyelidikan korupsi perusahaan minyak Petrobras.

Andre Esteves, orang terkaya ke-13 Brasil dengan perkiraan nilai kekayaan mencapai US$2,5 miliar atau sekitar Rp34,1 triliun, ditahan di Rio de Janeiro. Aparat menyita sejumlah dokumen dari rumahnya dan dari bank yang dia kepalai di Sao Paulo.

Nyaris pada saat bersamaan, Delcidio Amaral, turut pula ditangkap. Amaral ialah ketua koalisi Partai Pekerja di Senat Brasil.

Baik Esteves maupun Amaral dituduh menghalangi proses investigasi korupsi perusahaan minyak negara Petrobras.

Rekaman rahasia

Setelah penangkapan kedua figur tersebut, kepolisian melansir hasil rekaman yang memperdengarkan perbincangan antara Amaral dan mantan kepala divisi internasional Petrobras yang kini dipenjara, Nestor Cervero.

Dalam perbincangan itu, Amaral terdengar seperti menganjurkan Cervero untuk tidak membocorkan bukti keterlibatan Amaral dan Esteves. Sebagai imbalan, Cervero akan dibantu melarikan diri dari Brasil ke Eropa.

Hak atas foto Geraldo Magela Ag. Senado
Image caption Delcidio Amaral ialah ketua koalisi Partai Pekerja di Senat Brasil.

Percakapan tersebut direkam oleh putra Cervero. Kepada media Brasil dia mengaku bahwa dirinya dan ayahnya menolak rencana melarikan diri yang ditawarkan Amaral.

Usai penangkapan Amaral dan Esteves, Senat parlemen Brasil menggelar rapat darurat. Hasilnya, para anggota Senat mendukung keputusan Mahkamah Agung untuk menangkap Amaral—senator pertama yang terseret dalam pusaran skandal Petrobras.

Dua tahun

Wartawan BBC di Rio de Janeiro, Wyre Davis, melaporkan bahwa Presiden Brasil Dilma Rousseff tidak terimbas dalam skandal tersebut. Meski begitu, tekanan politik terhadap dia begitu besar menyangkut perannya.

Ketua Partai Pekerja, Rui Falcao, menjauhkan diri dari skandal itu. Dia mengaku terkejut oleh fakta-fakta yang berujung pada penangkapan Amaral.

“Perbuatan sang senator tidak terkiat dengan aktivitasnya untuk partai. Oleh karena itu, Partai Pekerja tidak merasa berkewajiban untuk memberikan solidaritas apapun,” kata Falcao.

Hak atas foto AFP
Image caption Presiden Brasil Dilma Rousseff menghadapi tekanan dari publik menyangkut perannya dalam skandal Petrobras.

Sebelum Amaral, bendahara Partai Pekerja, Joao Vaccari, telah ditahan.

Vaccari ditangkap terkait dugaan pengaturan yang membuat Partai Pekerja mendapat uang kotor dari kesepakatan bisnis yang nilainya digelembungkan, antara sejumlah eksekutif perusahaan minyak Petrobas dengan beberapa perusahaan konstruksi.

Investigasi skandal Petrobras telah berlangsung selama dua tahun. Dalam kurun waktu itu, lebih dari 100 orang telah ditahan, termasuk politikus, mantan pejabat Petrobras, dan beberapa pebisnis konstruksi.

Berita terkait