Rusia akan memberi sanksi terhadap Turki

Dmitry Medvedev Hak atas foto AFP
Image caption Perdana Menteri Dmitry Medvedev menyatakan rencana sanksi itu akan dibuat dalam dua hari.

Rusia sedang mempersiapkan sanksi ekonomi yang luas terhadap Turki sehubungan dengan penembakan terhadap pesawat jet mereka di perbatasan Turki-Suriah.

Perdana Menteri Dmitry Medvedev mengatakan langkah itu akan dibuat dalam dua hari ini, serta akan berdampak terhadap penanaman modal.

Saat berbicara di rapat kabinet yang disiarkan oleh televisi, Medvedev mengatakan "pemerintah telah memerintahkan pencarian langkah-langkah ekonomi dan kemanusiaan untuk menanggapi tindakan agresi ini".

Ia berkata fokus sanksi ada pada "pembatasan atau pelarangan" kepentingan ekonomi Turki di Rusia serta "pembatasan pasokan" produk, termasuk makanan.

Sektor yang akan terpengaruh, kata Medvedev, adalah pariwisata, transportasi, perdagangan, tenaga kerja, bea cukai dan "hubungan kemanusiaan".

Kedua negara memiliki hubungan ekonomi yang penting, di mana Rusia adalah mitra dagang kedua terbesar bagi Turki, sementara Turki menjadi tujuan perjalanan tertinggi bagi wisatawan Rusia.

Tolak meminta maaf

Sementara itu Turki telah menolak tuntutan Rusia untuk meminta maaf sehubungan dengan insiden tersebut.

Turki mengatakan pesawat itu telah melanggar batas udara mereka dan Rusia membantah hal ini.

Hak atas foto epa
Image caption Foto pilot Rusia yang menjadi korban penembakan dipajang di depan Kementerian Pertahanan Rusia.

Pesawat jet SU-24 milik Rusia jatuh di pegunungan Suriah sesudah ditembak oleh peluru kendali dari sebuah pesawat jet F-16 Turki.

Kedua pilot berhasil melontarkan diri keluar dari pesawat, satu orang tewas dibunuh tentara pemberontak Suriah dan seorang lagi berhasil diselamatkan.

Militer Turki mengatakan pesawat itu sudah mendapat peringatan sebanyak 10 kali dalam waktu lima menit agar mengubah arah.

Ketegangan antara Turki dan Rusia meningkat akibat insiden ini, sementara Amerika Serikat, Uni Eropa dan PBB meminta kepada semua pihak untuk tetap tenang.

Berita terkait