Rusia umumkan sanksi ekonomi terhadap Turki

Erdogan dan Putin Hak atas foto AP
Image caption Ketegangan antara Turki dan Rusia terjadi akibat ditembaknya pesawat Rusia oleh Turki.

Rusia telah mengumumkan sanksi ekonomi terhadap Turki akibat ditembaknya pesawat jet Rusia di perbatasan Turki-Suriah pada hari Selasa (24/11).

Dalam sebuah surat keputusan yang ditandatangani Presiden Rusia Vladimir Putin sanksi tersebut mencakup impor barang dari Turki, pembatasan ruang lingkup perusahaan Turki di Rusia dan warga negara Turki yang bekerja untuk perusahaan Rusia.

Peraturan tersebut juga menyerukan dihentikannya carter pesawat antara negara.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelumnya menolak meminta maaf kepada Rusia atas penembakan pesawat yang membuat hubungan kedua negara tegang.

Pada hari Jumat (28/11) Erdogan meneduh Moskow “bermain dengan api” mengenai keberadaan mereka di Suriah.

Namun pada Sabtu Erdogan mengatakan dia "sedih" atas jatuhnya pesawat jet Rusia tersebut.

Turki dan Rusia memiliki hubungan dagang yang penting. Rusia adalah mitra dagang kedua terbesar Turki dengan lebih dari tiga juta turis Rusia yang mengunjungi Turki tahun lalu.

Juru bicara Putih, Dmitry Peskov hari Sabtu mengatakan ada hampir sekitar 90.000 warga negara Turki yang bekerja di Rusia.

Jika anggota keluarga mereka dihitung, maka angka tersebut akan meningkat menjadi 200.000, kata Peskov.

Peraturan yang ditandatangani Putin juga membatasi operator wisata dari penjualan paket tur ke Turki, sedangkan menteri luar negeri Turki memperingatkan warganya mengenai perjalanan ke Rusia yang kurang penting “hingga situasi menjadi lebih jelas”.

Berita terkait