Dari mana ISIS mendapatkan dana?

ISIS Hak atas foto Reuters
Image caption ISIS memungut pajak di wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok militan itu.

Laporan baru menunjukkan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mendapatkan dana sekitar US$80 juta per bulan.

Laporan yang disusun oleh IHS Inc, pemantau keuangan yang berkantor di Inggris, menyebutkan sekitar 50% pendapatan ISIS berasal dari pajak yang dipungut di wilayah-wilayah yang dikuasainya dan perampasan aset.

Adapun sekitar 43% sumber dana berasal dari penjualan minyak. Sisanya berasal dari penyelundupan narkotika, penjualan listrik, dan bantuan.

"Tidak seperti al-Qaida, ISIS tidak tergantung pada uang dari donatur-donatur asing untuk menghindari pengaruh mereka," kata Columb Strack, analis senior di IHS.

"Analisis kami menunjukkan nilai sumbangan dari luar untuk ISIS minim, dibandingkan dengan sumber-sumber pendapat lain," tambahnya.

Sebagian operasi dalam memerangi ISIS di Suriah dipusatkan pada upaya memutus sumber keuangan kelompok militan itu.

Hak atas foto Getty
Image caption Inggris, Prancis, Amerika Serikat turut menggempur ISIS di Suriah.

Rusia sebelumnya menuding keluarga Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, terlibat dalam perdagangan minyak dengan ISIS. Turki membantah keras klaim itu dan meminta Rusia membuktikannya.

Tuduhan itu dikeluarkan setelah Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia yang membantu militer Suriah memerangi ISIS.

Berita terkait