Kubu oposisi Venezuela gusur partai sosialis di parlemen

Hak atas foto Reuters
Image caption Aliansi oposisi yang terdiri dari partai tengah dan konservatif menduduki 112 kursi di parlemen.

Kubu oposisi dipastikan menguasai mayoritas kursi di parlemen Venezuela sekaligus menggusur dominasi partai sosialis yang berjaya selama hampir dua dekade terakhir.

Pada perhitungan suara, aliansi oposisi yang terdiri dari partai tengah dan konservatif menduduki 112 kursi, sedangkan Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) meraih 46 kursi. Adapun sisa 22 kursi lainnya belum diumumkan pemenangnya.

Presiden Nicolas Maduro, penerus kekuasaan mendiang Hugo Chavez dan kebijakan partai sosialis, mengakui “hasil yang tidak diinginkan ini”.

Berbagai tokoh senior dalam kubu oposisi mengatakan kemenangan tersebut bakal membuat mereka dapat mengeluarkan undang-undang yang membebaskan para tahanan politik dan mengubah kebijakan yang disusun anggota parlemen sebelumnya.

“Hasil ini seperti yang kami harapkan. Venezuela telah menang dan tidak bisa diubah,” demikian bunyi cuitan Henrique Capriles, salah satu tokoh oposisi dan mantan kandidat presiden.

Hak atas foto Reuters
Image caption Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengakui kemenangan oposisi di parlemen.

Akan tetapi, walau di parlemen kubu oposisi kini menjadi mayoritas, PSUV masih memiliki kekuatan sebagaimana diatur melalui sistem kepresidenan Venezuela. PSUV, misalnya, masih mengendalikan sejumlah pemerintahan kota.

Sebelumnya, saat kampanye berlangsung, oposisi menuding PSUV menyalahi tata kelola ekonomi dan menyia-nyiakan kekayaan minyak. PSUV juga dituding berada di balik kekurangan bahan-bahan pokok, seperti susu, beras, kopi, gula, tepung maizena, dan minyak goreng.

Presiden Maduro menuding kondisi itu diakibatkan konspirasi dan ‘perang ekonomi’ yang dilancarkan kubu oposisi.

Berita terkait