Krisis Burundi: Tentara laporkan 87 tewas

Image caption Menurut warga, jenazah dari 34 pria ditemukan di jalanan.

Delapan puluh tujuh orang tewas dalam kekerasan yang pecah setelah tiga markas militer diserang di Burundi pada Jumat, menurut tentara.

Delapan dari korban tewas adalah petugas keamanan, dan 49 orang ditangkap, kata Kolonel Gaspard Baratuza.

Penduduk di ibu kota mengatakan bahwa jenazah dari 34 pria ditemukan di jalanan, dan mereka menuduh polisi melakukan aksi balas dendam. Belum jelas apakah angka tersebut termasuk korban tewas dari tentara.

Ketegangan terus terjadi Burundi sejak April.

Protes tak henti-hentinya berlangsung sejak Presiden Pierre Nkurunziza mengumumkan keputusan untuk mencalonkan diri ketigakalinya, dan kemudian menang pada pemilu pada Juli yang banyak ditentang.

Jumat lalu, terjadi kekerasan terburuk sejak berlangsung ketegangan. Aparat menyebut penyerang dengan senjata berat melakukan aksi terkoordinasi di markas militer di tiga area - Ngagara, Musaga dan Mujejuru.

Hak atas foto Reuters
Image caption Ketegangan di Burundi terus terjadi sejak April lalu.

Pertempuran terdengar sepanjang hari dan baku tembak sporadis berlangsung sepanjang malam.

Menurut warga, puluhan pria dikumpulkan dan rumah mereka digeledah, kemudian banyak dari jenazah mereka ditemukan di jalanan ibu kota pada Sabtu pagi.

Jumlah korban tewas terbanyak ditemukan di distrik Nyakabiga, pusat protes antipemerintahan. Lainnya ditemukan di kawasan Musaga di selatan.

Pada AFP, seorang saksi mengatakan bahwa sebagian dari korban adalah "anak-anak" dan mereka ditembak dengan cara eksekusi "dari atas kepala".

Analis BBC Africa Richard Hamilton mengatakan bahwa jenazah di jalanan memang keseharian di Bujumbura, namun ini baru adalah jumlah kematian terbanyak dalam semalam.

Hak atas foto AP
Image caption Saksi mengatakan, sebagian korban adalah "anak-anak".

Kolonel Gaspard Baratuza, saat memberi penjelasan akan jumlah korban, mengatakan, "79 musuh" terbunuh, "45 ditangkap dan 97 senjata disita dan di pihak kami, delapan tentara dan polisi tewas, serta 21 terluka".

Menurut PBB, setidaknya 240 orang tewas sejak April, dan lebih dari 200 ribu menyelamatkan diri ke negara-negara tetangga.

Ada pembunuhan reguler pada aktivis oposisi kedua belah pihak dak suporter Nkurunziza.

Kekerasan tersebut meningkatkan ketakutan akan memburuknya ketegangan antara etnis Hutu dan Tutsi.

Nkurunziza memimpin kelompok pemberontak Hutu melawan tentara yang saat itu didominasi etnis Tutsi saat perang sipil setelah terbunuhnya presiden Hutu, Melchior Ndadaye pada 1993.

Berita terkait