UNHCR: Jumlah migran ke Eropa melalui laut tembus 1 juta orang

Hak atas foto AFP
Image caption Dari 1.000.573 migran dan pencari suaka yang menjangkau Eropa, sekitar 844.000 orang bertolak ke Yunani dari Turki dan 150.000 orang lainnya melintasi Laut Mediterania dari Libia ke Italia.

Lebih dari satu juta migran dan pencari suaka telah mencapai daratan Eropa melalui jalur laut sejak awal 2015, kata badan PBB yang mengurus pengungsi (UNHCR).

UNHCR menyebut dari 1.000.573 migran dan pencari suaka yang menjangkau Eropa, sebanyak 80% mendarat di Yunani—sebagian besar di Pulau Lesbos.

Sekitar 844.000 orang bertolak ke Yunani dari Turki. Kemudian 150.000 orang lainnya melintasi Laut Mediterania dari Libia ke Italia. Sebanyak 49% dari jumlah itu berasal dari Suriah dan 21% dari Afghanistan.

Adapun yang meninggal dunia saat bepergian melalui laut mencapai 3.735 orang.

Jumlah migran dan pencari suaka yang mencapai Eropa tahun ini menurut versi UNHCR tidak berbeda jauh dengan versi Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM). Pada 21 Desember, lembaga itu mencatat jumlah migran yang mencapai Eropa baik dari darat maupun laut mencapai lebih dari 1.006.000 orang.

Jumlah itu meningkat drastis ketimbang 2014 lalu yang tercatat 216.000 orang.

Hak atas foto AFP
Image caption Ribuan orang masih menunggu proses pendaftaran di Pulau Lesbos, Yunani, untuk bisa bertolak ke daratan Eropa.

“Meningkatnya jumlah migran dan pencari suaka mengambil risiko dengan menaiki kapal dan perahu tak layak dalam upaya mencapai Eropa. Sebagian besar yang berupaya melakoni perjalanan berbahaya ini memerlukan perlindungan internasional mengingat mereka melarikan diri dari perang, kekerasan dan penghukuman di negara masing-masing,” sebut UNHCR dalam lamannya.

Wartawan BBC di Pulau Lesbos, Paul Adams, mengatakan ribuan orang masih menunggu proses pendaftaran sehingga mereka bisa bertolak ke Eropa.

Peningkatan jumlah migran dan pencari suaka ke Eropa menaikkan ketegangan antara negara-negara di dalam Uni Eropa. Beberapa negara ingin mendirikan pagar dan menerapkan pengetatan perbatasan.

Berita terkait