Ketegangan Saudi-Iran, Kuwait menarik duta besarnya dari Iran

nimr Hak atas foto AP
Image caption Pengunjuk rasa Syiah di Najaf, Irak, meneriakkan slogan anti-Arab Saudi terkait eksekusi Nimr.

Kuwait mengumumkan penarikan duta besarnya dari Iran sementara pertikaian kawasan terkait hukuman mati seorang ulama Syiah di Arab Saudi semakin meruncing.

Kedutaan Besar Arab Saudi dijarah dan dibakar pada hari Sabtu (02/01) setelah negara itu mengeksekusi ulama Muslim Syiah Nimr al-Nimr dan 46 orang lainnya.

Pemerintah Kuwait menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap norma internasional sehingga memanggil duta besarnya dari Iran.

Arab Saudi sudah memutus hubungan diplomatik dengan Iran sebagai tindakan balasan, diikuti Bahrain dan Sudan.

PBB, Amerika Serikat dan Turki mendesak terciptanya kedamaian di kawasan.

Kelompok Muslim Sunni Arab Saudi dan Syiah Iran adalah kekuatan utama Timur Tengah yang bersaingan.

Kedua negara mendukung pihak yang berbeda pada konflik Suriah dan Yaman.

Sementara itu pada Senin malam, Dewan Keamanan PBB mengecam keras serangan pengunjuk rasa Iran terhadap Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran yang memicu pertikaian diplomatik ke dua negara.

Pernyataan Dewan menyatakan kekhawatiran mendalam dan mendesak Iran untuk menghormati kompleks diplomatik.

PBB tidak menyebutkan eksekusi ulama Syiah, Nimr al-Nimr, yang memicu unjuk rasa hari Sabtu.

Berita terkait